Bermain Ban di Pantai Wartawan

LAMPUNG — Libur akhir pekan dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah Lampung Selatan untuk menikmati suasana kesejukan pantai di sepanjang pesisir Kecamatan Rajabasa, yang menyimpan hamparan pantai berpasir putih dengan beragam suasana menghadap ke kepulauan Krakatau, Pantai Wartawan.

Pantai Wartawan yang sudah dikenal puluhan tahun sebagai destinasi wisata tepat di jalan lingkar pesisir (coastal road) Desa Way Muli, memiliki dua sisi pantai terpisah oleh bukit atau dikenal dengan Gunung Botak.

Asman, warga Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, penyedia penyewaan ban sebagai pelampung di Pantai Wartawan sisi barat. [Foto: Henk Widi]
Asman (26), warga Desa Way Muli, menyebut Pantai Wartawan bisa ditempuh dengan mudah dari arah Pelabuhan Bakauheni berjarak kurang lebih sekitar 40 kilometer, serta dari kota Kalianda sekitar 60 kilometer bisa ditempuh dengan moda transportasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Perbaikan akses jalan provinsi di pesisir pantai serta tanggul penahan ombak menambah geliat sektor wisata di tempat tersebut, termasuk Pantai Wartawan yang memiliki sisi timur dan barat.

“Sisi timur banyak dipenuhi batu-batu besar dengan sedikit pasir putihnya. Namun, di sisi barat masih cukup banyak pasir putihnya, sehingga banyak wisatawan keluarga mengajak serta anaknya bermain di Pantai Wartawan sebelah barat,” terang Asman, yang juga sebagai penyedia penyewaan ban dalam bekas sebagai pelampung untuk berenang, Minggu (15/10/2017).

Asman mengungkapkan, objek wisata Pantai Wartawan yang memiliki fasilitas saung-saung dari bambu di sisi timur dan kursi-kursi alami dari kayu di bawah rerimbunan pohon ketapang kerap digunakan pengunjung untuk bersantai. Bagi pengunjung yang masuk melalui gerbang timur dengan adanya penjagaan cukup membayar tiket masuk sebesar Rp10.000, sudah termasuk penumpang untuk kendaraan roda dua, dan Rp25.000 untuk kendaraan roda empat, pengunjung bisa menikmati suasana pantai yang sejuk.

Pada bagian barat yang lebih terbuka dengan suasana menyerupai teluk, Asman menunjukkan lokasi keluarnya air panas alami dikenal dengan sumber air belerang yang muncul saat air surut dan menjadi mata air panas kedua yang keluar di laut setelah Way Panas di Kota Kalianda. Saat air pasang, lokasi air panas tersebut tidak terlihat dan saat surut dimanfaatkan warga untuk berendam air panas.

Lokasi yang berada di dekat Gunung Botak tersebut bisa dicapai dengan berjalan kaki atau menggunakan perahu, meski wisatawan lebih memilih menikmati suasana santai di pasir putih yang terhubung dengan jalan melalui anak tangga.

Sebagai penyedia penyewaan ban dalam bekas sebagai pelampung, Asman memastikan setiap akhir pekan 15-20 kali penyewaan ban diterimanya dengan tarif Rp15ribu sepuasnya. “Sebagai objek wisata yang gratis, di Pantai Wartawan sebelah barat saya sekaligus ikut menjaga parkir kendaraan yang diparkir dengan biaya seikhlasnya,” terang Asman.

Saat kunjungan wisatawan membludak pada liburan sekolah, Asman yang pada hari biasa memperoleh penghasilan ratusan ribu mengaku bisa memperoleh penghasilan di atas satu juta dengan 50 ban yang disewakan per jam, sehingga bisa dipergunakan gantian. Semakin banyak kunjungan wisatawan, Asman mampu meraup keuntungan yang berlimpah, meski dirinya tetap menyediakan tali tambang mengantisipasi wisatawan yang tidak bisa berenang dan terseret gelombang.

Kunjungan wisatawan saat akhir pekan yang bisa mencapai angka puluhan, pengunjung, juga memberi penghasilan bagi pedagang kuliner di dekat Pantai Wartawan, di antaranya pedagang soto ayam, bakso, mpek-mpek, serta makanan dan minuman ringan.

Sobari, pedagang bakso keliling mengaku kerap mangkal di Pantai Wartawan dan kerap diborong oleh wisatawan hingga puluhan pemesan yang bisa memberinya penghasilan cukup lumayan. Hal demikian dialami pedagang makanan dan minuman ringan yang mendapatkan pelanggan lebih banyak dibandingkan hari biasa.

Sebagai lokasi wisata bahari yang memiliki air laut yang jernih dan dekat dengan lokasi nelayan meminggirkan perahu seusai melaut, wisatawan juga bisa membeli ikan dari nelayan dalam kondisi segar saat nelayan mendarat dengan jenis ikan tongkol, cumi, teri yang masih segar. Para nelayan tersebut ikut mendapatkan kemudahan mendapatkan konsumen oleh wisatawan yang membeli untuk dibakar di tepi pantai.

“Lokasi ini kerap digunakan sebagai tempat lomba jukung serta menarik payang yang mendapatkan teri, sehingga bisa menjadi destinasi wisata yang menarik,” terang Sobari.

Sebagai lokasi wisata yang dekat di tepi jalan, pada saat suasana cerah pemandangan Gunung Krakatau di kejauhan sebagai gunung berapi di tengah laut Selat Sunda bahkan jelas terlihat dan wisatawan yang mengajak keluarganya bisa menyewa perahu untuk memutari Gunung Botak atau mendekat ke lokasi keluarnya air panas sekedar berendam serta mengobati berbagai penyakit kulit.

Asmini, pengunjung dari Sidomulyo, mengaku sengaja mengunjungi Pantai Wartawan karena penasaran dengan air panas yang ada di dekat Gunung Botak. Selain itu, ia mengajak serta anak-anaknya untuk rekreasi bermain pasir dan air laut. Lokasi yang masih gratis di sisi barat sekaligus memberikan kenyamanan baginya sembari menikmati kuliner tradisional serta menyeruput es kelapa muda sembari mengawasi anak-anaknya mandi di pantai.

Lihat juga...