Pasokan Berkurang, Pedagang Jual Ikan dari Luar Lamsel

LAMPUNG – Faktor siklus perubahan cuaca dan musim ikut berpengaruh pada pendapatan ikan dalam mencari ikan di perairan laut khususnya di wilayah Lampung Selatan (Lamsel)  yang memiliki garis pantai Timur dan Barat sebagai kawasan nelayan mencari ikan.

Suardi, salah satu pedagang ikan keliling yang setiap hari berjualan ikan mengaku ikut terdampak pada pasokan ikan yang selalu dibelinya dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dermaga Bom Kalianda.

Saat cuaca tidak mendukung dengan gelombang pasang tinggi akibat pengaruh bulan purnama, Suardi mengungkapkan tidak banyak nelayan yang melaut meski kalaupun ada merupakan nelayan pemilik perahu bagan congkel berukuran sekitar 15 GT hingga 20 GT. Sementara nelayan perahu kecil memilih istirahat.

“Dampaknya bagi pedagang ikan kerap kekurangan stok ikan untuk dijual. Jika ada stok ikan harga pada hasil lelang atau bos ikan sudah mahal sehingga harga jual saat keliling menyesuaikan untuk mengembalikan modal dan memperoleh keuntungan,” terang Suardi salah satu pedagang ikan keliling asal Desa Tengkujuh Kecamatan Rajabasa, saat ditemui Cendana News tengah menjual ikan secara keliling, Rabu (11/10/2017).

Pengaruh cuaca akibat pasang surut air laut saat purnama atau siklus bulan tersebut diakuinya secara langsung berdampak bagi puluhan pedagang ikan seperti dirinya yang berjualan ikan menggunakan kotak stryofoam pada jok tengah serta obrok plastik di kanan dan kiri jok motor. Aktivitas berjualan ikan keliling tersebut diakuinya kerap menyesuaikan dengan kondisi cuaca khususnya untuk berjualan ikan laut.

Suardi menerangkan, jenis ikan laut yang kerap dijual merupakan jenis ikan laut kesukaan masyarakat berupa jenis Tongkol, Jolot, Tengkurungan, Manyung, Cumi, Selar, serta jenis ikan lain yang sudah mulai naik saat berada di tempat pelelangan ikan atau bos ikan. Bos ikan yang bersedia membeli ikan dengan sistem lelang bahkan membeli ikan dengan harga yang sudah melambung pada saat cuaca buruk, siklus bulan, sementara lebih murah saat cuaca normal dan siklus bulan mati.

“Kita tidak bisa serta merta menaikkan harga ikan semau pedagang karena harus melihat ikan di level nelayan yang menjual di tempat pelelangan ikan,” beber Suardi.

Selama musim sulit ikan dampak faktor cuaca ia menyebut, jenis ikan Tengkurungan yang sebelumnya dijual dengan harga Rp18.000, saat ini dijual dengan harga Rp21.000 per kilogram, ikan Manyung semula seharga Rp17.000 kini dijual dengan harga Rp20.000 per kilogram, cumi kecil semula seharga Rp25.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, Tongkol semula Rp23.000 dijual Rp26.000 per kilogram, dan ikan Pari dijual Rp19.000 per kilogram dari semula hanya Rp15.000.

Harga yang sudah mahal dari bos ikan di tempat pelelangan menjadi faktor mahalnya harga ikan laut yang dijual secara keliling dan harus diawetkan menggunakan es balok agar ikan tetap dalam kondisi segar. Sebagai pelengkap Suardi bahkan mengambil ikan air tawar untuk dijual kembali di antaranya ikan nila, bawal, lele, patin yang didatangkan dari wilayah Cianjur dan Tasikmalaya Jawa Barat.

“Beberapa jenis ikan air tawar memang dipasok dari luar wilayah Lampung Selatan karena kualitasnya lebih bagus dipelihara pada air mengalir,” beber Suardi.

Harga ikan air laut yang naik dari kisaran Rp2.000 hingga Rp5.000 per kilogram tersebut berbeda dengan harga ikan air tawar yang tetap stabil sejak satu bulan terakhir dengan harga di kisaran Rp19.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Akibat pasokan yang lancar bahkan cenderung kerap mengalami penurunan harga.

Suyatinah, salah satu pembeli ikan yang dijual Suardi sebagai pedagang keliling mengaku, membeli ikan Manyung dan Bawal dengan harga per kilogram seharga Rp20.000. Meski mahal ia menyebut memahami kondisi pedagang keliling yang berjualan ikan dengan kendaraan sehingga dirinya tidak menawar harga ikan tersebut.

“Kita juga paham kondisi cuaca dan purnama berpengaruh pada pasokan ikan sehingga tetap kita beli meski harga mahal dan bisa dijadikan lauk untuk keluarga,” terang Suyatinah.

Ikan yang dibeli dalam kondisi segar tersebut diakuinya akan diolah menjadi pindang serta sebagian digoreng. Meski pilihan akan ikan laut tidak sebanyak saat musim ikan dan jumlah pasokan ikan berlimpah. Ia bahkan hanya membeli dua kilogram ikan laut dan ikan air tawar meski biasanya membeli dalam jumlah banyak hingga lima kilogram.

 

Lihat juga...