Negara Lembah Nil Kelola Sumber Air Bersama

KIGALI – Satu forum negara-negara Lembah Nil menyepakati adanya kerjasama pengelolaan sumber air. Program tersebut diluncurkan usai menggelar pertemuan yang menyoroti penggunaan air Lembah Nil di Ibu Kota Rwanda, Kigali, Selasa (24/10/2017).

Bermacam keperluan pengguna air di lakukan masyarakat mulai dari hulu hingga hilir Sungai Nil. “Penggunaan tersebut menjadi alasan dan dasar terbaik bagi kerja sama dalam penggunaan air Lembah Nil,” kata Menteri Lingkungan Hidup Rwanda Vincent Biruta dalam pembukaan Forum Ke-5 Pembangunan Lembah Nil (NBDF).

Forum tersebut berlangsung dari 23 sampai 25 Oktober, dengan tema Penanaman Modal pada Kerja Sama Nil bagi Masa Depan yang Aman akan Air. Perwakilan dari dari dari Negara-negara termasuk menteri yang bertugas dalam urusan air dan pejabat lain pemerintah di negara Lembah Nil, anggota parlemen, pengelola sumber daya air, pencinta lingkungan hidup, ahli ekonomi, perencana pembangunan, sivitas akademika dan peneliti menghadiri pertemuan itu.

“Menanam modal pada kerja sama Nil bukan pilihan, tapi keharusan jika kita mau secara layak dan berkelanjutan menangani masalah keamanan air di dalam Lembah Nil,” kata Biruta.

Menteri Rwanda tersebut berbicara mengenai perlunya bagi negara Lembah Nil untuk bekerjasama dalam mengurangi kemiskinan, menempa pembangunan sosial-ekonomi serta mendorong penggunaan berkelanjutan sumber daya alam.

Menurut penyelenggaranya, pertemuan tersebutbertujuan menciptakan masyarakat yang mendapat informasi secara aktif terlibat dalam dan peningkatan kerja sama. Forum tersebut sebagai satu-satunya cara mencapai penanganan berkelanjutan dan pembangunan sumber daya air bersama Lembah Nil serta penanganan resiko bersama, ancaman dan tantangan di seluruh lembah tersebut.

Direktur Pelaksana Gagasan Lembah Nil (NBI) Innocent Ntabana mengatakan, bertambahnya penduduk, ekonomi negara Nil, serta dampak dari perubahan iklim menimbulkan ketidak-tentuan mengenai tuntutan dan ketersediaan air.

Sampai 2050, penduduk yang tinggal di dalam lingkungan Lembah Nil diproyeksikan mencapai satu miliar dari 257 juta saat ini. Jumlah tersebut merupakan 53 persen dari seluruh penduduk negara Lembah Nil, demikian proyeksi dari negara Lembah Nil.

Gagasan Lembah Nil mempersatukan negara Lembah Nil termasuk Rwanda, Burundi, Uganda, Kenya, Republik Demokratik Kongo, Mesir, Ethiopia, Sudan Selatan, Sudan dan Tanzania. (Ant)