LEICESTER – Kabar kurang menyenangkan datang dari Leicester City. Mantan juara Liga Primer Inggris musim 2015-2016 dikabarkan memecat pelatihnya, Craig Shakespeare.
Pemecatan dilakukan tim berjuluk The Foxes tersebut tetap gagal tampil kompetitif selama dipimpin Shakespeare sebagai pelatih interim. Tercatat Shakespeare memimpin tim selama empat bulan terakhir.
Alih-alih bersaing dalam perebutan gelar juara Liga Primer, mereka justru berjibaku di zona merah. Leicester hanya sanggup mengoleksi 6 poin dari 8 laga yang sudah dilalui.
Catatan itu membuat tim yang bermarkas di King Power Stadium berada di zona degradasi bersama Bornemouth dan Crystal Palace. Dua tim terakhir menghuni urutan ke-19 dan 20 papan klasemen sementara.
Terkait pemecatan Shakespeare, pihak klub memang belum memberikan konfirmasi secara resmi. Namun demikian, informasi dari internal klub memastikan bahwa pelatih berusia 53 tahun itu telah diberitahu bahwa jasanya tidak lagi dibutuhkan Leicester.
Keputusan Leicester bisa dimaklumi. Sebagai mantan juara liga, rapor The Foxes musim ini sangat merah. Mereka hanya sanggup meraih satu kemenangan dari delapan laga, dengan empat kali kekalahan. Hasilnya, untuk pertama kali sejak 2015, The Foxes merasakan berada di zona merah.
Shakespeare sendiri belum lama didapuk sebagai pelatih interim Leicester. Ia memegang kendali setelah klub mendepak Claudio Ranieri dari posisinya sebagai manajer. Sebelumnya, Shakespeare mendampingi Ranieri sebagai asisten pelatih sejak 2011.
Status sebagai pelatih interim diberikan berkat keberhasilannya membawa klub finish di urutan 12 dengan tujuh kemenangan dari 13 laga mereka musim lalu. Juni lalu, Shakespeare kemudian disodori kontrak berdurasi tiga tahun.
Namun kini kebersamaan Shakespeare dan Leicester berakhir. Laga kontra West Bromwich Albionyang berakhir imbang 1-1 menjadi laga terakhir Shakespeare di King Power Stadium.