PADANG – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Republik Indonesia, Asman Abnur mengatakan, kesenjangan mutu dan kualitas lulusan pendidikan tinggi di Indonesia masih tinggi. Hal tersebut didasari dari hasil kelulusan dalam ujian penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2017.
Ia menjelaskan, dilihat dari penerimaan CPNS untuk Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM), serta Mahkamah Agung pada tahun 2017 ini, formasi di Kemenkumham 17 ribu lebih, pendaftarnya 1,3 juta orang. Kemudian untuk calon hakim, formasinya 1.600, pendaftar mencapai 30 ribu orang. Namun berdasar hasil tes, yang lulus kebanyakan pendaftar masih didominasi dari pulau Jawa.
“Jadi tingkat kelulusan masing-masing wilayah itu berbeda, tapi yang berasal dari Pulau Jawa yang paling tinggi tingkat kelulusannya. Seperti untuk Jogjakarta tingkat kelulusannya 24 persen. Sementara Sumatera Barat lebih kurang 4 persen, Aceh 3 persen, Papua hanya 1 persen. Dari hal ini, dapat dilihat bahwa mutu pendidikan per wilayah perlu ditingkatkan lagi,” ucapnya ketika menjadi pembicara kunci dalam Kegiatan Seminar Ekonomi Bisnis, Akuntansi dan Ilmu Sosial yang diselenggarakan Univesitas Dharma Andalas Padang di Aula Nan Tongga Bank Indonesia, Padang, Jumat (13/10/2017).
Melihat kondisi yang demikian, Asman meminta perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di daerah, supaya melakukan evaluasi dan kajian guna mendapatkan lulusan yang benar-benar memiliki daya saing. Selain itu, Kopertis (Koordinator Perguruan Tinggi Swasta) juga harus melakukan evaluasi, terkait dosen, mata kuliah, sarana prasarana yang kurang mendukung, atau jam mengajar juga perlu dievaluasi.
“Saya harap lembaga pendidikan terus memperbaiki diri dengan target utama melahirkan lulusan yang memiliki daya saing. Tidak hanya memiliki nilai yang baik, tapi para lulusan perguruan tinggi juga memiliki skill atau kemampuan yang baik pula. Bagaimana untuk mewujudkan hal yang demikian, ya melalui pendidikan di perguruan tinggi,” tegasnya.
Menyikapi rendahnya kelulusan CPNS dari Sumbar, Gubernur Irwan Prayitno mengakui dengan kondisi saat ini persaingan di dunia kerja semakin ketat, memang kualitas pendidikan menjadi peran penting, karena memiliki tanggung jawab untuk melahirkan lulusan perguruan tinggi yang terbaik.
Irwan menyebutkan, selain perlu melakukan evaluasi di tingkat dosen, sarana prasarana, dan lainnya, para mahasiswa ataupun yang telah lulus juga dituntut untuk kreatif. Hal ini mengingat, orang yang diterima bekerja ialah orang yang memiliki kualitas yang bagus, serta orang yang memiliki kreativitas.
“Saya juga pernah menyampaikan, agar jangan terlalu berharap untuk menjadi seorang pegawai negeri sipil. Tetapi munculkanlah kreativitas, ya seperti menciptakan usaha mandiri yakni menjadi penguasaha,” ujarnya.