Kopi Nusantara Kian Diminati di Malang

MALANG — Kopi bisa dikatakan merupakan salah satu minuman yang paling populer dan menjadi minuman ‘wajib’ ada dalam daftar menu di kafe-kafe, khususnya di tempat tongkrongan anak muda. Berbagai jenis kopi dari berbagai daerah ditawarkan untuk menarik minat para pecinta kopi.

Beni saat menyeduh kopi. -Foto: Agus Nurchaliq

Seperti halnya yang dilakukan oleh salah satu pemilik kedai kopi, Benediktus Adi Prasetyo, yang akrab disapa Beni. Menurutnya, ia sengaja menghadirkan berbagai jenis kopi dari berbagai daerah di Nusantara, karena meskipun sama-sama berasal dari biji kopi, tapi kopi di masing-masing daerah memiliki rasa yang khas.

“Untuk kopinya sendiri berasal dari Sabang sampai Merauke. Seperti kopi Gayo, Mandailing, Toba. Kemudian dari Jawa Barat biasanya diambil dari daerah Cianjur, Ciwidei dan untuk Jawa Tengah dari Temanggung. Sedangkan kopi yang berasal dari Jawa Timur kebanyakan diambil dari daerah Dampit dan Gunung Arjuna,” jelasnya kepada Cendana News, Sabtu (14/10/2017).

Selain itu, lanjutnya, ada juga kopi Bali, Toraja dan sekarang Beni juga mengaku mulai merambah kopi yang susah dijangkau, yakni kopi dari Lombok, tepatnya di daerah Rinjani.

Lebih lanjut, Beni menceritakan, ketertarikannya akan dunia kopi berawal saat dirinya mulai jenuh dengan rutinitas pekerjaannya. “Kurang lebih dua tahun saya bekerja di salah satu lembaga konsultan. Namun, di akhir 2013, saya dihinggapi rasa jenuh dengan rutinitas pekerjaan yang selalu sama. Dan, ketika saya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan tersebut, ada teman yang mengajak saya bekerja di sebuah kedai kopi kecil. Di tempat itulah saya mulai belajar cara menyeduh kopi, dan mulai penasaran dengan kopi,” kisahnya.

Selama kurang lebih satu tahun belakangan ini, Beni mencoba belajar me-roasting kopi secara otodidak bersama dengan teman-teman lainnya yang sudah lebih dulu terjun ke dunia usaha kopi.

Untuk harga kopi per bungkus, Beni mematok harga mulai dari Rp55 – 75 ribu, tergantung asal kopi dan kualitasnya. Beni menyediakan kopi dalam bentuk biji maupun dalam bentuk bubuk. “Sedangkan untuk harga kopi Kaonashi per cangkirnya Rp5-12 ribu Rupiah,” ujarnya.

Sementara itu, selain memiliki kedai kopi sendiri di daerah jalan Kalpataru kota Malang, Beni saat ini juga digandeng kerjasama oleh Fakultas Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi (Sosek) Universitas Brawijaya untuk memberdayakan petani-petani kopi yang menjadi binaan dari Sosek UB.

Dsebutkan Beni, ke depan ia akan merambah ke kopi dalam bentuk saset fresh. Sehingga kopi buatannya bisa lebih mudah untuk dinikmati. “Kemudian nanti juga akan ada kopi lanang, yakni kopi yang sebenarnya cacat, tapi memiliki kadar caffein yang sedikit lebih tinggi daripada kopi biasanya,” pungkasnya.

Lihat juga...