Polda Bali Razia Preman di Terminal Ubung

DENPASAR- Keamanan dan kenyamanan para penumpang yang sering menggunakan jasa bus untuk transportasi lintas kota dan pulau di wilayah Denpasar kembali terusik akibat ulah para preman. Mulai dari memaksa membeli tiket, menaikkan harga tiket, memalak, mengancam hingga tarik-menarik penumpang kerap dilakukan oleh para preman dan calo tiket.

Menindaklanjuti adanya aduan masyarakat ini, personel Polda Bali dan Polresta Denpasar merazia para preman dan calo tiket (awu-awu) yang sering berulah dan mangkal di terminal Ubung, Denpasar, Sabtu (14/10/2017).

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk nyata komitmen Polda Bali dalam memberantas premanisme yang ada wilayah Bali. Razia melibatkan 40 personel gabungan terdiri dari Satuan Brimob, Sabhara, Lalu Lintas, Reskrim, Intel dan Propam. Bahkan Wakapolda Bali, Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana, SH., M.Si. dan Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Hadi Purnomo, SH., M.H. turun langsung memimpin kegiatan ini.

Usai menggelar razia, Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana, SH., M.Si. mengatakan, pihaknya akan menyiagakan polisi di terminal Ubung, agar para penumpang merasa aman dan nyaman.  Polisi juga akan terus memantau pergerakan para calo tiket, sehingga tidak ada lagi yang memaksa penumpang untuk membeli tiket dan menaikkan harga tiket tidak sesuai harga pasaran.

“Ini adalah cara kita untuk menjaga situasi di dalam maupun di luar kawasan terminal agar tetap aman, sehingga tidak ada lagi oknum-oknum tertentu yang melakukan pungli,” kata jenderal lulusan Akpol tahun 1987 ini.

Wakapolda juga mengaku akan memberi atensi penuh di terminal Ubung, dengan meningkatkan kegiatan patroli dan menggelar sosialisasi. “Kegiatan Patroli Sabhara dan Brimob, serta penyuluhan dari Binmas akan terus dilaksanakan ke terminal ini,” imbuhnya.

Jenderal bintang satu ini menegaskan, tidak ada ruang bagi para preman untuk hidup di Bali. “Seluruh elemen masyarakat harus ikut menjaga keamanan Bali. Jika masih ada preman yang berulah, maka akan berhadapan dengan Tim Sabhara Polda Bali,” tandasnya.

Sementara itu salah satu calon penumpang Bus di Terminal Ubung, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut,  mengingat terminal Ubung sering marak terjadi aksi calo yang cenderung sering memaksa para penumpang, terutama berkaitan dengan tarif yang tidak sesuai dengan tarif yang sudah ditetapkan oleh trayek Bus penyedia jasa itu sendiri.

“Mereka cenderung memaksa, itu yang kami tidak suka. Padahal, kami ini pelanggan”, ujar Samiun.

Dirinya berharap, razia semacam ini lebih sering dilakukan agar benar-benar memberantas premanisme serta calo yang ada di terminal, sebagai salah satu akses pintu masuk ke Bali ini.

“Tidak hanya kali ini saja, kalau perlu dibentuk tim khusus yang ditempatkan di Terminal Ubung ini”, pungkas pria asli Jember Jawa Timur ini.

Sementara dalam kegiatan ini,  petugas berhasil menjaring sembilan orang yang diduga sebagai awu-awu yang sering meresahkan penumpang, bahkan sebagian dari mereka juga tidak memiliki identitas.  Guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, kesembilan yang terduga preman dan calo tiket tersebut diamankan ke Polresta Denpasar untuk didata dan dimintai keterangan.

Lihat juga...