Kemenkes Optimis Imunisasi PVC di NTB Berlangsung Optimal
LOMBOK BARAT – Kementerian Kesehatan RI optimis program pemberian imunisasi Pneumococcal Vaccine (PVC) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bisa berlangsung sukses dan secara optimal bisa membantu mencegah kematian bayi akibat pneumonia.
Hal tersebut disampaikan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, Mohamad Subuh di acara pencanangan program demonstrasi imunisasi Peumokokus di Puskesmas Desa Gunung Sari Lombok Barat (3/10/2017).
“Kalau berkaca dari pelaksanaan sejumlah program project yang dilaksanakan di NTB pada tahun sebelumnya seperti program hepatitis tahun 2000, imunisasi influensa 2013, di mana kedua program tersebut sekarang telah menjadi program nasional, kami optimis program imunisasi PCV tahun ini akan bisa berlangsung sukses,” kata Subuh.
Selain itu, setiap program yang dilaksanakan di NTB senantiasa mendapat dukungan dari Pemda NTB maupun kabupaten dan kota begitu kuat dan solid, begitu juga dukungan dari masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Subuh pun berharap, dengan kesuksesan yang ada NTB, terutama program PCV kali ini dengan Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur sebagai pilot project bisa dijadikan replikasi program nasional di daerah lain.
Lebih lanjut ia menambahkan, beban penyakit promoneia di Indonesia masih sangat tinggi dan salah satu penyebab kematian balita di Indonesia adalah promoneia.
“Untuk bayi angkanya mencapai 12,7 persen, tapi insidennya pada usia 12 sampai 24 bulan mencapai 21,7 persen. Anda bisa bayangkan setiap tahun di Indonesia orang yang lahir kurang lebih 5 juta bayi, kalau tidak kita lindungi begitu berbahaya,” katanya.
Sementara itu, menurut Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin, dijadikannya NTB sebagai pilot project pemberian imunisasi PCV, tentu menjadi tantangan bersama segenap lapisan masyarakat dalam rangka untuk terus memajukan pembangunan bidang sektor kesehatan.
Karena bagaimanapun komponen kenaikan IPM adalah bidang kesehatan dan pendidikan, bagaimanapun berlimpahnya SDA kita, kalau SDM tidak sehat, percuma dan hal tersebut akan menjadi penghambat pencanangan program menuju generasi emas.
“Program pemerintah pusat dan daerah senantiasa kita sinergikan dan sinkronkan untuk meningkatkan kualitas hidup kesehatan masyarakat,” katanya.
Dirinya pun mendukung upaya pemberian imunisasi PCV bagi bayi di NTB sebagai upaya mengatasi kematian bayi bisa menuju angka zero.