Investasi KEK Mandalika Lombok Capai Rp13 Triliun
MATARAM – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPT SP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang juga Komisaris Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Lalu Gita Ariadi mengatakan, nilai investasi yang telah masuk di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort Lombok mencapai Rp13 triliun.
“Sampai sekarang, progres pembangunan KEK Mandalika terus mengalami kemajuan, di mana nilai investasi yang telah masuk tercatat sebesar Rp13 triliun,” kata Gita di Mataram, Jumat (27/10/2017).
Dari total nilai investasi tersebut sebanyak Rp4,1 triliun untuk pembangunan infrastruktur dasar di KEK Mandalika, khususnya infrastruktur dasar seperti jalan, listrik dan air bersih.
Sementara dari pemerintah pusat KEK Mandalika mendapatkan suntikan atau dukungan dana senilai Rp3 triliun melalui dana Penyertaan Modal Negara (PNM).
“Mulai tahun 2018, tujuh hotel berbintang lima sudah akan mulai dibangun antara lain Royal Tulip Paramount dengan 10 ribu kamar hotel, termasuk pembangunan sirkuit balap kelas dunia. Tahun ini juga sudah mulai pembangunannya,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi saat meresmikan KEK Mandalika juga meminta kepada pihak ITDC untuk terus meningkatkan nilai investasi, supaya proses pembangunan KEK Mandalika yang telah mangkrak selama 29 tahun bisa terus berkembang.
Dalam kesempatan tersebut Jokowi juga meminta ITDC supaya bisa memfasilitasi masyarakat pelaku UMKM dengan membangunkan fasilitas dan sarana serta prasarana yang dibutuhkan, seperti tempat berjualan, supaya masyarakat bisa mengambil bagian serta menikmati kemajuan pariwisata.
“Siapkan lahannya, bangun pasar cenderamata bagi pelaku UMKM. Jangan biarkan masyarakat bangun sendiri, biar bisa tertata dengan rapi. Biar masyarakat bisa ikut merasakan kemanfaatan dari keberadaan KEK Mandalika,” katanya.
Selain mendukung pengembangan UMKM, yang paling penting adalah bagaimana SDM masyarakat, khususnya masyarakat sekitar perlu disiapkan dengan baik sehingga bisa menjadi bagian pelaku pariwisata.