Intensitas Hujan Tinggi, Akibatkan Longsor di Jembrana

JEMBRANA – Hujan deras yang terjadi di wilayah Bali Utara selama beberapa hari ini menyebabkan bencana tanah longsor di Jembrana. Bencana longsor tersebut tepatnya terjadi di Banjar Bendel, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Jembrana.

“Kejadian tadi malam jam 22.30 WITA, namun kami baru menerima laporan baru tadi pagi pkl 07.30 WITA,” ujar Ketut Eko Susila AP selaku Kepala BPBD Kabupaten Jembrana.

Eko Susila menambahkan, akibat bencana tersebut 10 Kepala Keluarga (KK) terisolir karena jalan rabat desa yang terbuat dari beton jebol akibat tergerak longsor. Selain itu satu tiang listrik dan satu pelinggih lebuh milik warga roboh.

Situasi bencana longsor/Foto: Sultan Anshori

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, hanya satu rumah milik warga terdampak yaitu milik Bapak I Komang Wirana Yasa. Sementara petugas kami di lapangan dengan dibantu bersama warga dan petugas kecamatan masih mengupayakan penanganan,” imbuhnya.

Kabupaten Jembrana sendiri terletak di wilayah barat daya Pulau Bali. Wilayah yang tidak memiliki gunung ini memiliki potensi bencana yang sering terjadi seperti tanah longsor, banjir ataupun abrasi dan tsunami. Dari data yang dimiliki dalam kurun waktu sebulan (bulan September) sudah terjadi tiga kali bencana longsor.

“Untuk bencana longsor hampir merata terjadi di lima kecamatan di Jembrana, yaitu di Kecamatan Melaya, Kecamatan Pekutatan, Kecamatan Mendoyo, Kecamatan Negara, serta Kecamatan Jembrana. Oleh sebab itu, kami mengimbau kepada masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana longsor untuk memperhatikan gejala alam. Nah jika terjadi bencana saya harap langsung mengevakuasi diri. Karena Bulan Oktober ini diperkirakan puncak musim hujan,” pungkasnya.

Ketut Eko Susila AP. Kepala BPBD Jembrana/Foto: Sultan Anshori
Lihat juga...