PONTIANAK — Nelayan dari berbagai macam kapal motor di Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat, terpaksa mengobral ikan hasil tangkapan mereka dengan harga Rp10 ribu per karung.
“Kami terpaksa menjual murah ikan kembung tersebut dengan harga murah lantaran ketiadaan es di Kabupaten Kayong Utara. Sementara hasil tangkapan berlimpah sehingga juragan atau penampung ikan tak mampu lagi menampung ikan hasil tangkapan kami,” kata Muhammad salah seorang nelayan saat dihubungi di Tanjung Satai, Kecamatan Pulau Maya, Senin (16/10).
Ia menjelaskan, hasil tangkapan mereka cukup lumayan, bahkan satu kapal mampu menangkap ikan hampir empat sampai enam ton, sehingga membuat puluhan kapal nelayan menjadi sarat muatan ikan dan penampung ikan tak mampu lagi membelinya karena persediaan es kosong.
“Juragan dan penampung tak mampu membelinya, karena es tidak ada sehingga dari pada mubazir ya dijual seperti itu, hitung-hitung sedekah,” kata Muhammad.
Dari pantauan di lapangan, kapal nelayan yang sandar dan bongkar muat ikan di PPI Telok Batang sedikitnya terdapat 15 kapal dengan rata-rata satu ton ikan segar di setiap kapalnya.
Ikan kembung tersebut dijual ke warga masyarakat Telok Batang membuat ratusan warga seperti mendapat keberkahan karena ikan yang biasanya dijual dengan harga Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogramnya kali ini diobral dengan harga yang tidak lazim yakni Rp10 ribu sampai Rp20 ribu per karungnya.
Subandi salah seorang warga Telok Batang yang mendapat rejeki ikan dari para nelayan itu, menceritakan dirinya dan rekan-rekannya sibuk mencari karung untuk membawa ikan, karena ikan yang begitu banyaknya.
“Orang-orang disuruh ambil sendiri di kapal tidak pakai timbang karena tidak ada timbangan, Alhamdulillah ini rejeki yang tidak disangka sangka,” katanya (Ant).