Nelayan Kecil Sumbar Kesulitan Gas LPG

PADANG — Semenjak diberlakukannya konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke LPG 3 kg kepada nelayan kecil di Sumatera Barat (Sumbar), kini para nelayan kecil mulai kesulitan untuk mendapatkan Gas LPG 3 kg. Hal ini diakui para nelayan, menjadi persoalan baru bagi para nelayan yang telah menggunakan bahan bakar LPG.

Seperti yang dikatakan oleh Afriandi nelayan di Pasie Nan Tigo Kota Padang, bahwa para nelayan mulai kesulitan untuk mendapatkan Gas LPG 3 kg. Kondisi ini sudah dirasakan sejak diserahkannya bantuan Konverter Kit dari Kementerian EDSM.

“Untuk pergi melaut ini, butuh dua tabung Gas LPG 3 kg. Artinya, setiap pulang dari melaut, harus mencari lagi dua tabung gas lagi. Tapi, kondisi saat ini sulit untuk mendapatkan gas itu,” ujarnya, Senin (16/10/2017).

Ia menyebutkan untuk mendapatkan Gas LPG 3 kg, ia harus keliling kelurahan tempat dirinya tinggal. Jikapun ada, harganya tidaklah harga normal yakni Rp17.000 per tabung untuk Gas LPG 3 kg, melainkan mencapai harga Rp23.000 per tabungnya.

Afriandi berharap, ada upaya dari pemerintah ataupun dari PT Pertamina terkait kelangkaan Gas LPG 3 kg yang dirasakan masyarakat pada umumnya dan juga para nelayan yang telah melakukan konversi.

Sementara itu, menanggapi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Biro Perekonomian ternyata telah mengajukan penambahan kuota Gas LPG 3 kg khusus untuk penggunaan nelayan kecil yang ada di dua daerah di Sumbar.

Kepala Biro Perekonomian Setdprov Sumbar Heri Noviardi mengatakan belum lama ini Biro Perekonomian telah mengajukan penambahan kuota Gas LPG 3 kg pada tahun 2017 kepada Kementerian ESDM. Pengajuan penambahan kuota itu, mengingat konversi yang dilakukan oleh nelayan kecil saat ini, gas yang digunakan merupakan alokasi kuota untuk pengguna rumah tangga miskin dan usaha mikro, bukan untuk nelayan.

“Jadi, gas untuk nelayan itu tidak masuk dalam kuota penggunaan Gas LPG 3 kg di Sumbar pada 2017. Akan tetapi diambil dari kuota untuk pengguna rumah tangga miskin dan usaha mikro,” jelasnya.

Heri menyebutkan dari kuota LPG di Sumbar pada tahun ini sebanyak 29.031.148 tabung, ada sekira 42.690 tabung per bulannya yang terpakai untuk penggunaan Gas LPG 3 kg. Sementara penambahan kuota yang diusulkan ke Kementerian ESDM sebanyak kuota yang terpakai saat ini yakni 42.690 tabung per bulannya.

“Kebutuhan untuk nelayan kecil yakni sebanyak 42.690 tabung per bulannya digunakan untuk nelayan di Kota Padang 525 paket dan Kabupaten Pasaman Barat 894 paket konverter kit,” paparannya.

Heri mengaku, belum bisa memastikan apakah kelangkaan Gas LPG 3 kg yang terjadi saat ini akibat diambilnya kuota Gas LPG 3 kg yang seharusnya untuk rumah tangga miskin dan usaha mikro, malah juga dipakai oleh nelayan kecil yang telah melakukan konversi bahan bakar.

Untuk itu, Heri berharap usulan untuk penambahan kuota Gas LPG 3 kg pada tahun ini khusus untuk pengguna nelayan kecil bisa dipenuhi oleh Kementerian ESDM. Sehingga para nelayan tidak kesulitan untuk mendapatkan gas, dan kondisi kelangkaan pun bisa diatasi.

Kepala Biro Perekonomian Setdprov Sumbar Heri Noviardi/Foto: M. Noli Hendra.
Lihat juga...