Ini Strategi Pemko Padang Bantu Akses Pasar UMK

PADANG – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, memiliki strategi untuk memberikan akses pasar bagi produk Usaha Menengah Kecil (UMK). Walikota Padang Mahyeldi mengatakan, saat ini ada tercatat 2.040 pelaku UMK dan Usaha Menengah Besar (UMB) di Kota Padang. Akan tetapi saat ini persoalan yang dihadapi ialah sulitnya mendapatkan pasar yang bagus.

Ia menyebutkan, jika melihat pada jumlah UMK yang ada di Kota Padang, merupakan sebuah jumlah yang cukup besar. Bahkan, usaha yang dijalani pun beragam, namun soal pangsa pasar menjadi kendala yang saat ini perlu untuk dibantu. Untuk itu, Mahyeldi meminta kepada pelaku UMB agar turut membantu memberikan akses pasar terhadap pelaku UMK.

“UMK yang ada di Kota Padang ini saya lihat sangat potensial untuk menggerakkan perekonomian Kota Padang. Usaha yang dijalani seperti usaha menjual makanan pical ayam dan lele, nasi goreng, sate Padang, dan banyak lagi jenis usaha kecil yang dijalani oleh masyarakat di Kota Padang,” katanya, Selasa (10/10/2017).

Menurutnya, akses pasar yang bisa dibantu oleh UMB untuk UMK itu seperti saling membantu, artinya apabila pengusaha melakukan suatu acara, soal kebutuhan makanan atau sarapan bisa memesan ke usaha-usaha yang dijual oleh UMK tersebut.

Ia berharap, dengan adanya cara kerja sama antara UMK dan UMB bisa membuat perekonomian masyarakat menjadi lebih baik. Karena, jika UMK dan UMB tumbuh dengan bagus, maka akan berdampak positif terhadap roda perekonomian di Kota Padang.

Sementara itu, salah seorang pelaku UMK di Padang, Rudi mengatakan, untuk mendapatkan pasar yang bagus, ia lebih mengutamakan soal tempat berdirinya tempat dagangan. Karena, ia menilai peran utama untuk pasar ialah tempatnya harus strategis.

“Tempat-tempat yang strategis itu seperti di sekolah-sekolah, perguruan tinggi, di perkantoran, pasar, dan tempat-tempat keramaian lainnya,” jelasnya.

Namun, Rudi mengakui, meski telah memiliki pasar yang jelas yakni berada pada tempat keramaian, tak jarang terkadang barang dagangan yang menjual nasi goreng ada yang tidak habis. Hal itu dikarenakan, karena tidak rutin juga pelanggan-pelanggan yang ada untuk menikmati nasi goreng sebagai sarapan pagi.

“Pasar akan lebih besar itu kalau pesanan catering. Karena pesanan catering ini bisa memperoleh untung yang besar dan penjualan yang besar. Hal inilah yang belum bisa dicapai. Jadi kalau ada pengusaha atau UMB yang bisa bantu, tentulah sangat bagus,” tegasnya.

Lihat juga...