Enam Siswa SMAK Frateran Ikuti Pertukaran Pelajar
MAUMERE – Sebanyak enam orang pelajar SMA Katolik Frateran Maumere (Smater) dinyatakan lolos seleksi di tingkat nasional, program Pertukaran Pelajar ke Luar Negeri untuk tahun keberangkatan 2018 setelah Lembaga Bina Antar Budaya Pusat, Jakarta mengumumkan secara resmi hasil seleksi di tingkat nasional.
Demikian disampaikan kepala sekolah SMAK Frateran Maumere, Frater M. Polikarpus, BHK, SE, M.Pd kepada Cendana News Kamis (26/10/2017) siang, terkait terpilihnya enam pelajar asal sekolah tersebut untuk mewakili Indonesia di ajang pertukaran pelajar.
“Itu berarti tinggal selangkah lagi anak-anak muda, calon pemimpin masa depan bangsa ini akan mewujudkan mimpi mereka yakni mengelilingi dunia sambil belajar serta mempromosikan Indonesia di kancah internasional,” ujar Frater Poli, sapaannya.
Prestasi ini sangat membanggakan, kata Frater Poli, karena sudah 6 tahun berturut-turut, lembaga pendidikan yang dikelola para Frater Bunda Hati Kudus (BHK) ini selalu berhasil meloloskan duta-duta terbaiknya melalui Program Pertukaran Pelajar ke luar negeri mewakili Indonesia.
Proses seleksi program pertukaran pelajar yang berada di bawah naungan The Indonesian Foundation for Intercultural Learning ini, sangat ketat, bebernya. Sebab selain menguras tenaga dan pikiran, para kandidat harus melewati sekitar 10 tahapan seleksi serta berproses sekitar satu tahun.
“Para pelajar mengikuti tes pengetahuan umum, pengetahuan bahasa Inggris, menulis esai bahasa Indonesia, wawancara bahasa Inggris, wawancara kepribadian, dinamika kelompok, seleksi di tingkat Chapter dan seleksi pemberkasan di tingkat nasional serta internasional,” ungkapnya.
Program ini, jelas Frater Poli, merupakan beasiswa penuh yang dibiayai oleh US Department of State dimana beberapa alumni dari program ini di antaranya Chairil Anwar, Tanri Abeng, Najwa Shihab serta Anis Baswedan. Kebanyakan alumni dari program ini menjadi orang-orang sukses dan pemimpin masa depan bangsa.
Enam Pelajar SMA Katolik Frateran Maumere (Smater) yang dinyatakan lolos seleksi di tingkat nasional untuk tahun keberangkatan 2018 ini yakni Katarina Novita Talo, Marcelino Loeis Ferreri Yappy, Patricia Mutiara Tresna Putri, Derryl Febrian Bale Doto, Maria Oxfordiana Witu Bule dan Romanica Yuliana Febriliani.
“Luar biasa karena keenam peserta didik ini adalah anak-anak yang cerdas dan berbakat serta aktif dalam berbagai kegiatan di sekolah seperti OSIS, paduan suara Gita Smater Choir dan pramuka,” tuturnya.
Selain itu, kata Frater Poli, para pelajar juga sangat fasih dalam bahasa Inggris serta beberapa bahasa asing lainnya seperti bahasa Mandarin, Jepang dan bahasa Jerman. Saat ini mereka sedang melengkapi data-data administrasi serta menunggu home visit yang akan dilakukan oleh teman-teman dari Bina Antarbudaya Chapter Denpasar.
Patricia Mutiara Tresna Putri alumni SMPK Frateran Ndao Ende, Maria Oxfordiana Witu Bule alumni SMPK Kartini Mataloko dan Marcelino Loeis Ferreri Yappy alumni SMPK Frater Maumere saat ditanya merasa bangga karena mimpi mereka bisa terwujud.
“Saya merasa bangga karena cita-cita saya akan segera terwujud yakni ingin belajar bahasa dan budaya di negeri orang dan ini rasanya seperti mimpi saja,” ujar Patricia.
Marcelino juga mengaku senang bisa lolos seleksi dan berjanji akan memanfaatkan kesempatan langka ini sebaik mungkin agar kelak apa yang didapat dan dipelajari di luar negeri bisa menjadi bekal dalam meraih cita-cita.
“Prestasi yang kami raih juga berkat bimbingan dari para guru serta motivasi yang juga diberikan oleh kepala sekolah bersama segenap keluarga besar Smater Maumere. Juga tentu berkat doa dan dukungan dari orang tua,” ungkap Marcelino bangga.
