MANADO – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah mengekspor tepung kelapa ke Republik Chile pada akhir Agustus 2017.
“Permintaan dari negara tersebut cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Jenny Karouw di Manado, Kamis.
Dia mengatakan tepung kelapa yang diekspor ke Chile sebanyak 13 ton dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar 28.925 dolar Amerika Serikat (AS).
Jenny menjelaskan negara di Amerika Selatan ini sangat meminati tepung kelapa asal Sulut karena memiliki kualitas produk yang cukup baik.
“Kualitas produk yang telah memenuhi standar internasional ini yang membuat pasar tepung kelapa Sulut terbuka lebar baik di Amerika, Asia, Eropa, maupun Afrika,” jelasnya.
Peluang ini, katanya, harus dimanfaatkan dengan baik oleh pengekspor di Sulut sehingga dapat meningkatkan devisa bagi negara.
Ia mengatakan, petani dan pengekspor harus memperhatikan mutu dan volume barang yang telah terikat kontrak dengan pembeli.
Pemerintah tentunya akan terus memfasilitasi agar kinerja ekspor semakin besar dan negara tujuan ekspor lebih banyak.
Tepung kelapa, katanya, diproses sedemikian rupa sehingga menghasilkan produk bahan makanan yang bisa dibuat roti dan lainnya. (Ant)