Dukung Pengembangan Sapi, Pemprov NTB Gelontorkan Dana Rp15 Milar

MATARAM — Upaya mendorong produktivitas dan populasi ternak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya sapi, Pemprov NTB selain menyediakan lahan luas di Pulau Sumbawa, juga mengalokasi anggaran bantuan sosial senilai 15,87 miliar.

“Kita ingin pengembangan populasi ternak NTB. Selain menopang kebutuhan di daerah, juga sebanyak mungkin bisa dikirim ke luar NTB seperti Pulau Jawa, Jakarta dan daerah lain,” kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Muhammad Amin saat membuka Workshop kelompok penerima paket bantuan hibah ternak kepada masyarakat tahun 2017 di Mataram, Selasa (10/10/17).

Ia mengatakan, besaran anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan 1.133 ekor sapi, 6.000 ekor unggas, dan 25 unit sarana prasarana peternakan.

Dirinya berharap, agar terus dilakukan peningkatan strategi produksi dan stabilitas harga yang disinkronkan dengan kebijakan pemerintah. Demi mensejahterakan masyarakatnya, produksi sapi yang bagus harus didukung oleh harga yang stabil.

“Sejak digulirkan program Bumi Sejuta Sapi pada 17 Desember 2008 oleh Gubernur, dalam perkembangannya kini NTB pun dikenal sebagai daerah produksi dan menjadi salah satu daerah pengirim ternak yang paling banyak sejak lama,” sebutnya.

Lebih lanjut Amin juga menambahkan, dalam rangka meningkatkan produksi, Kementan juga telah mencanangkan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) termasuk program inseminasi buatan dan metode alamiah.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Aminur Rahman berharap dengan adanya program bantuan dana hibbah tersebut akan semakin memacu peternak untuk terus meningkatkan populasi sapi di NTB.

Ia mengatakan, seluruh dana hibbah yang diberikan Pemprov NTB tersebut, bersumber dari APBD NTB 2017. Untuk menjamin program bansos dan hibah sesuai aturan dan prosedur yang berlaku, masyarakat diharapkan bisa menggunakan sesuai peruntukan.

“Penggunaannya harus sesuai peruntukan, sehingga tidak menyebabkan adanya kerugian negara, mewujudkan tertib dan kelengkapan administrasi, serta meningkatkan kapasitas kelompok usaha,” katanya.

Kegiatan yang berlangsung dua hari tersebut dihadiri 540 orang, terdiri dari 246 kelompok ternak yang diwakili oleh ketua dan bendahara atau sekretaris, 30 petugas teknis Kabupaten, tim teknis Provinsi, dan peserta bidang teknis lain.

Dalam kesempatan tersebut Pemprov NTB juga menyerahkan secara simbolis biji bibit Lamtoro untuk mendukung pakan ternak kepada perwakilan peternak.

Lihat juga...