Disbudpar Malang: Budaya Beri Sumbangan Terbesar pada Pariwisata
MALANG — Berbagai upaya nampaknya terus dilakukan pemerintah kota Malang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Salah satu upayanya yakni dengan menggelar kembali acara malam kebudayaan bertajuk ‘Malang Culture and Art Festival Week’ (Mawe) yang diadakan di Taman Krida Budaya.
“Acara Mawe ini adalah kegiatan Disbudpar untuk menarik minat wisatawan agar datang ke kota Malang,” jelas Kepala Disbudpar, Ida Ayu Made Wahyuni ketika memberikan sambutan pembukaan Mawe, Selasa (3/10/2017).

Menurutnya, budaya telah memberikan sumbangan terbesar pada ranah pariwisata. Kebudayaan menarik tidak hanya sebagai atraksi yang dapat dilihat, tetapi juga sesuatu yang menarik untuk dipelajari dan dirasakan.
“Data menunjukkan bahwa 60 persen kecenderungan wisatawan mancanegara untuk hadir di suatu daerah karena adalah karena budayanya. Kemudian 30 persen karena faktor minat alam dan 10 persen buatan,” ungkapnya.
Oleh karena kota Malang tidak memiliki objek wisata alam yang memadai, maka dari itu wisata event terus diadakan secara rutin sebagai kalender kegiatan kota Malang.
“Kalau pada penyelenggaran sebelumnya kita mengundang seniman dari Thailand, pada tahun ini kita mengundang 24 seniman dari Cina,”ujarnya.
“Selain itu acara ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan dari Didi Nini Towok dan beberapa tarian tradisional Indonesia khususnya dari Malang,” tandasnya.
Lebih lanjut Ida menyampaikan, karena acara Mawe dikemas sebagai sebuah event yang diadakan rutin setiap tahun, maka untuk tahun depan rencananya akan digelar festival topeng internasional di Kota Malang.
Sementara itu Wali Kota Malang, Mochammad Anton melalui Asisten I , Abdul Malik sangat mengapresiasi kegiatan Malang Culture and Art Festival Week. Menurutnya kegiatan tersebut merupakan bukti sinergi antara pemerintah kota Malang dengan para seniman yang ada.
“Kami senang kegiatan ini bisa berjalan berkesinambungan dan bersinergi dengan berbagai pihak terutama para seniman kota Malang,” ucapnya.

Diakui Abdul Malik, Kota Malang memang tidak memiliki objek wisata alam yang menjanjikan, tetapi dengan budaya yang dikembangkan oleh pemerintah kota Malang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bisa memberikan makna yang maksimal sehingga para seniman bisa mengekspresikan karyanya dengan maksimal.
“Alhamdulillah perkembangan wisata budaya di kota Malang semakin hari semakin positif, kunjungan wisatawan di kota Malang juga semakin meningkat dari yang targetnya hanya 10 persen, tapi ternyata bisa mencapai 30 persen,” terangnya.