Desa Mandiri Lestari Percepat Pengentasan Kemiskinan di Sleman
YOGYAKARTA – Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaja, berkomitmen menjadikan Desa Tamanmartani, Kalasan, sebagai desa percontohan pengentasan kemiskinan di wilayah Kabupaten Sleman.
Hal itu diungkapkannya saat melakukan pertemuan terkait sosialisasi program Desa Mandiri Lestari dengan jajaran Pemda Sleman bertempat di Kantor Bupati Sleman, Selasa (31/10/2017). Ditemui langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, Subiakto mengatakan, Yayasan Damandiri yang dibentuk Presiden RI ke 2 HM Soeharto, berniat membantu upaya pengentasan kemiskinan di tingkat desa, melalui program Desa Mandiri Lestari, di Sleman.
Dalam waktu tiga tahun, Yayasan Damandiri mentargetkan seluruh warga miskin di Desa Tamanmartani dapat terangkat sehingga menjadi model bagi desa lainnya.

“Desa Tamanmartani, Sleman, kita pilih karena kita ingin mengembangkan desa wisata, sebagaimana keberhasilan Desa Mandiri Lestari Sangiran, Boyolali. Apalagi Desa Tamanmartani, memiliki banyak potensi wisata dengan adanya Candi Prambanan,” katanya.
Melalui program Desa Mandiri Lestari, Yayasan Damandiri ingin menjadikan Desa Tamanmartani sebagai desa modern, berbasis kerarifan lokal dengan koperasi sebagai pilar ekonomi. Sehingga juga mampu menjadi desa yang memiliki kreativitas dan inovasi, namun tetap menjunjung tinggi kearifan lokal yang dimiliki. Baik itu tradisi atau budaya seperti gotong-royong hingga potensi alam maupun sumber daya manusia yang ada.
“Kami datang ke sini untuk meminta arahan dari Pemerintah Sleman. Karena bagaimanapun kita punya keterbatasan. Sehingga tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah,” katanya.
Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengaku, menyambut baik upaya Yayasan Damandiri tersebut. Ia menilai program Desa Mandiri Lestari, Yayasan Damandiri, selaras dengan program pemerintah Kabupaten Sleman. Sehingga adanya program Yayasan Damandiri tersebut akan membantu mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di wilayah Kabupaten Sleman.
“Kita berterima kasih dan sangat senang sekali. Karena ini selaras dengan program kami. Program ini juga akan membantu pemerintah dalam mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di Sleman,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Sleman sendiri mentargetkan mampu menurunkan angka kemiskinan dari 10,69 persen, menjadi sekitar 8 persen pada tahun 2021 mendatang. Yakni dengan memberdayakan masyarakat dengan memaksimalkan kearifan lokal yang dimiliki di setiap desa.
“Sama seperti Yayasan Damandiri, kita juga memulai upaya pengentasan kemiskinan dari tingkat desa. Yakni dengan membangun desa-desa wisata, sesuai potensi yang dimiliki. Baik itu pertanian, perikanan, budaya, dan sebagainya. Dengan tambahan kawasan wisata yang ramai, maka UMKM juga akan terangkat. Kita harapkan lama waktu tinggal wisatawan di Sleman juga meningkat,” katanya.
