Desa Klaten Fasilitasi UKM untuk Kawasan Terpadu Warung Desa

LAMPUNG — Desa Klaten di Kecamatan Penengahan tidak bergantung pada pasar waralaba modern untuk kebutuhan sehari-hari masyarakatnya. Desa di Lampung Selatan ini memiliki apa yang disebut Warung Desa sebagai Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Menurut Wagirin selaku salah satu aparatur Desa Klaten mendampingi Joniamsah kepala desa Klaten wardes menjadi rujukan bagi masyarakat membeli berbagai keperluan termasuk didominasi kebutuhan sekolah dengan lokasi strategis di dekat kawasan sekolah.

Wagirin mengungkapkan warung desa sebagai sebuah usaha kecil sekaligus memfasilitasi usaha kecil lain cukup membantu kebutuhan masyarakat tanpa harus menempuh jarak yang jauh ke warung waralaba.

Penyediaan peralatan mesin scaner, fotocopi, cetak foto, laminating bahkan sangat membantu aktivitas sekolah SD hingga SMA yang ada di wilayah tersebut. Selanjutnya Desa Klaten beber Sugirin juga telah menyiapkan kawasan terpadu di dua titik yang ada di desa, memanfaatkan penggunaan tanah desa sebagai lokasi penyediaan masyarakat membuka warung menjual berbagai kebutuhan.

Titik pertama yang akan dipergunakan diakuinya berada di dekat lapangan Desa Klaten khusus untuk usaha kuliner berupa makanan, minuman tradisional serta kebutuhan siap saji bagi pelaku usaha yang sudah memiliki usaha sejenis.

Saat ini diakuinya belasan pemilik usaha kecil termasuk penjualan hasil makanan tradisional berupa keripik,  kerupuk kemplang, olahan jagung dan berbagai pemilik usaha produk makanan telah mendaftar untuk memakai lokasi yang disiapkan dengan sistem kavling berukuran 4×6 meter.

Lokasi kedua selanjutnya berada di jalur utama desa yang terlintasi oleh proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dengan penyediaan lokasi sebagai sarana berjualan usaha kecil lain layakanya kawasan pasar yang tertata di lahan desa.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Selatan untuk penyediaan lokasi. Sambutan masyarakat cukup antusias karena ke depan kawasan ini menjadi lokasi strategis karena berada di jalur utama sehingga pelaku usaha kecil bisa memasarkan produknya karena telah difasilitasi desa,” ujar Wagirin saat dikonfirmasi Cendana News di lokasi rencana pembangunan fasilitas usaha bagi pemlik UKM di desa tersebut, Selasa (31/10/2017)

Lokasi yang berada tak jauh dari terowongan Jalan Tol Sumatera tersebut bahkan akan ditata dengan penyediaan trotoar, lokasi bermain anak serta fasilitas parkir sehingga masyarakat bisa lebih nyaman saat berada di kawasan tersebut.

Masyarakat bisa menikmati berbagai sajian kuliner dan sekaligus berbelanja. Penyediaan lokasi tersebut diakui Wagirin termasuk upaya untuk mencegah masuknya pasar modern atau toko waralaba yang berkaca dari daerah lain terbukti mematikan usaha kecil khususnya warung warung kecil.

Wardi, pemilik usaha warung kecil di Jalan Lintas Klaten mengaku sudah memiliki warung sejak lima tahun lalu menyebut keberadaan tolo waralaba modern di wilayah Lampung Selatan terbukti telah membuat sejumlah warung kecil merugi.

Meski demikian ia bersyukur aparat pemerintah Desa Klaten tanggap dengan tidak mengizinkan adanya pembangunan toko modern dan memilih menyiapkan lokasi untuk pemilik usaha kecil seperti dirinya.

Pemilik warung sekaligus pemilik usaha kecil seperti dirinya bahkan bisa berjualan berbagai kebutuhan masyarakat seperti kebutuhan pokok beras, minyak goreng dan berbagai keperluan dapur serta peralatan sekolah atau alat tulis kantor. Selain itu keperluan kebersihan berupa sapu ijuk dan sapu lidi dari para perajin tradisional bahkan disediakan di warung miliknya.

“Selain membantu para perajin usaha kecil bahkan dengan keberadaan warung tradisional ini bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan karena warung warung di sini memiliki spesialisasi ada yang khusus menjual sayuran mentah, sayuran matang bahkan saat malam di kawasan jalan ini ramai pedagang kuliner tradisional,” beber Wardi.

Berdirinya warung yang jumlahnya mencapai puluhan diakuinya ikut menyalurkan produk produk usaha kecil menengah sehingga perputaran uang di wilayah tersebut lebih lancar dan bahkan bisa membantu perekonomian masyarakat tanpa adanya dominasi dari keberadaan toko modern di wilayah tersebut.

Keberadaan warung desa bahkan diakuinya ikut memfasilitasi sejumlah usaha kecil lain dengan sistem penjualan titip diantaranya usaha pembuatan makanan kerupuk, roti, es balon serta hasil olahan pengrajin yang dijual di warung yang berada di jalan utama sekaligus dekat dengan pusat pemerintahan serta sekolah tersebut.

Selain itu beberapa pemilik usaha rumahan dengan penjualan sistem dalam jaringan (daring) di antaranya penjualan salad, bakso melakukan pemasaran dengan memasang banner sekaligus contoh produk di tokonya yang semakin meningkatkan penjualan selanjutnya pembeli tinggal memesan melalui telepon dan barang bisa diantarkan oleh pemilik usaha.

Wagirin,aparat Desa Klaten di lokasi yang akan dibangun kawasan terpadu warung desa /Foto: Henk Widi.
Lihat juga...