Bupati Tanah Bumbu Minta Kemenperin Danai Poltek Batulicin
BANJARMASIN — Bupati Kabupaten Tanah Bumbu, Mardani H. Maming berkeinginan alih status pengelolaan Politeknik Negeri Batulicin rampung pada 2018. Pemkab menginisiasi pembangunan lewat pendanaan APBD di atas tanah milik Pemprov Kalsel seluas 50 hektare di Kecamatan Simpang Empat.
Persoalannya, kata Mardani, Kemristekdikti menyetop dana bantuan ke institusi pendidikan semacam politeknik. Alhasil, pihaknya kini gencar mendekati Kementerian Perindustrian untuk mendanai pembangunan dan menyiapkan sarana praktek di Poltek Negeri Batulicin.
Mardani mengatakan keberadaan poltek sangat penting mendukung rencana pembangunan kawasan industri di Kabupaten Tanah Bumbu. Pemerintah pusat telah menetapkan proyek kawasan industri Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu dan kawasan industri Jorong, Kabupaten Tanah Laut, sebagai proyek strategis nasional di Kalimantan Selatan. Alhasil, pemerintah daerah mesti menyiapkan sumber daya manusia lebih dulu sebelum kedua kawasan industri itu resmi berdiri.
“Jangan sampai terjadi di Morowali, Sultra, dimana banyak pembangunan smelter, (perusahaan) Core, Vale, tapi setelah ada pabriknya ternyata ribut didemo terus. Karena tidak ada SDM lokalnya, kenapa? Karena tidak disiapkan dari politeknik di daerah,” kata Mardani di sela Focus Group Discussion Poltek Negeri Batulicin di Banjarmasin, Rabu (11/10/2017).
Ia optimis Poltek Negeri Batulicin siap mencetak SDM lokal yang handal untuk menjawab kebutuhan industri. Output tenaga kerja lokal yang siap pakai ini bisa menekan ketergantungan Tanah Bumbu dari serbuan tenaga kerja luar daerah.
“Sehingga tidak ada lagi orang luar masuk ke tempat kita, karena kita sudah menyediakan SDM lokal,” Mardani melanjutkan.
Menurut dia, pembangunan poltek Batulicin sudah berjalan sejak dua tahun lalu. Saat ini, Mardani ingin menyelaraskan kawasan industri yang sudah dibangun oleh Pemkab Tanah Bumbu dengan kawasan industri yang dibangun oleh Kementerian Perindustrian.
Mardani menuturkan, Kementerian Perindustrian akan mengambil alih Poltek Batulicin yang saat ini masih berstatus swasta, ke negeri. Apabila rencana itu mulus, kata dia, Kementerian membangun dan menyediakan sarana praktek di Poltek Negeri Batulicin.
“Investasinya hampir Rp500 miliar, bangunan dan alat-alat prakteknya. Kalau kita sudah ada politeknik yang disupport Pemda, tapi tidak bisa berjalan karena di Kementerian Pendidikan tidak ada lagi anggaran untuk Poltiknik,” ujar pria yang merangkap sebagai Ketua Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia itu.
Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, berharap Politeknik Negeri Batulicin secepatnya berdiri seiring rencana pembangunan kawasan industri Batulicin. Menurut dia, keberadaan kawasan industri harus ditopang oleh SDM lokal yang mumpuni.
“Saya ingin secepatnya,” ujar Sahbirin Noor.