Bupati: Flotim Rentan Narkoba
LARANTUKA – Bupati Flores Timur (Flotim), Antonius Hubertus Gege Hadjon, menegaskan, Flores Timur sangat terbuka dengan dunia luar dan memiliki potensi besar masuknya narkoba, sehingga anak-anak muda perlu dibentengi dari pengaruh tersebut sehingga perlu dideklarasikan gerakan selamatkan orang muda Flotim dari Narkoba.
Demikian disampaikan Bupati saat ditemui Cendana News Sabtu (14/10/2017) sore, terkait kegiatan tes urine yang dilaksanakan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan deklarasi gerakan selamatkan orang muda.
“Deklarasi ‘selamatkan orang muda Flotim’ akan digelar khusus dalam momen Hari Anti Narkoba yang dirayakan tingkat kabupaten Flotim, Senin (16/10/2017). Memang belum ditemukan ada kasus narkoba, tetapi saya punya keyakinan narkoba itu sudah masuk di Flotim,” tegasnya.
Bila Flores Timur sudah ada alat yang mampu mendeteksi dan saat dilakukan tes ada yang terbukti mengkosumsi narkoba, maka akan segera ditindaklanjuti dan pelakunya dihukum sesuai undang-undang yang berlaku, agar ada efek jera.
Kepada media, Kabid Kesra, Rokus H. Telan, mengatakan dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba pada Senin (16/10/2017) pihaknya melibatkan seluruh elemen masyarakat Flores Timur.
“Jumlah secara keseluruhan sebanyak 1.548 orang yang akan terlibat langsung dalam memperingati hari Anti Narkoba dan parade saat pencanangan Gerakan Selamatkan Orang Muda dari bahaya ancaman penyalahgunaan narkoba,” sebutnya.
Pemerintah kabupaten Flores Timur, sebut Rokus-sapaannya, saat ini sangat serius memberantas narkoba. Sebab, Flores Timur akan tunjukkan, bahwa kita mampu memerangi bahaya narkoba dan memiliki sikap yang positif untuk ikut memerangi bahaya narkoba.
Hendrikus Kelen, salah seorang warga kota Larantuka, berharap agar komitmen yang sudah dibangun oleh bupati dan wakil bupati Flotim tersebut dan sudah ditindaklanjuti dengan gerakan tes urin bagi seluruh PNS harus mendapat respon seluruh aparat ASN.
Menurut Hendrikus, niat baik ini jangan sekedar membuat deklarasi yang meriah dan seremonial belaka, tapi perlu ditindaklanjuti dengan aksi nyata lewat gebrakan tes narkoba di sekolah-sekolah, khususnya di tingkat SMA atau sederajat dan kampus.
“Pemda Flotim juga harus bekerja sama dengan pihak aparat penegak hukum, agar bisa bersama-sama melakukan aksi nyata memerangi narkoba, agar tidak hanya berhenti usai deklarasi,” pintanya.