Angin Barat dan Bajing Ancam Tanaman Kakao di Lampung Selatan
LAMPUNG — Petani tanaman kakao atau kopi coklat mengalami dampak dari datangnya musim angin barat yang melanda wilayah Lampung Selatan, terutama di wilayah Kecamatan Rajabasa yang berada di pesisir.
Juwariah, petani kakao di desa Hatta menyebutkan, selama sepekan terakhir angin kencang melanda wilayah menyebabkan tanaman kakao yang dimilikinya tertimpa pohon peneduh dan mematahkan batang yang produktif meski buah belum siap dipanen.
“Tidak hanya itu, angin kencang juga menyebabkan bunga tanaman kakao rontok,” sebutnya di Desa Hatta, Senin (16/10/2017).
Imbas angin kencang yang melanda tanaman kakao di wilayah tersebut diakui Juwariah selain menghambat masa pembungaan juga dikuatirkan akan merobohkan beberapa tanaman kakao yang ada di area perkebunan warga.
“Kalau kakao yang roboh secara langsung memang jarang terjadi namun pohon lain yang berada di sekitar kebun bisa menimpa tanaman kakao bahkan bisa merusak tanaman kakao yang sudah berbuah sehingga harus ditebang karena rebah ke tanah,” terang Juwariah.
Selain terdampak angin kencang, tanaman kakao yang ada di wilayah Desa Hatta juga sebagian diserang hama tupai. Jono pemilik kebun kakao di wilayah tersebut menyebutkan tanaman yang dimilikinya sebagian diserang hama tupai atau bajing meski.
“Bajing biasanya menyerang saat sore serta pagi hari sehingga perlu dilakukan pemilahan pada tanaman kakao menjelang matang agar kerugian tidak banyak,” beber Jono.

Harga jual kakao yang mencapai Rp20.000 hingga Rp23.000 per kilogram diakui Jono dimanfaatkan sebagai tabungan yang bisa dipergunakannya untuk keperluan sehari hari.