PADANG –— Daerah Kecamatan Batang Kapeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) beberapa tahun terakhir ini menjadi tempat tumbuh usaha kecil makanan lokal, seperti kue pinukuik, lompong sagu, palai bada, kue mangkuak, dan tapuang tapai. Lokasi-lokasi adanya usaha penjual makanan lokal itu, berada dekat dari Pasar Kuok Batang Kapeh.
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menyebutkan di Batang Kapeh memang akhir-akhir ini dikenal dengan tempat penjual makanan lokal. Setiap pengunjung yang datang untuk berwisata ke Pesisir Selatan seperti di Pantai Carocok, Kawasan Mandeh, dan Jembatan Aka, menyempatkan datang ke Batang Kapeh untuk membeli makanan lokal tersebut.
“Tentunya selaku pemerintah, kita turut mempromosikan bahwa di Batang Kapeh ada yang menjual makanan lokal khas Minang. Selain itu, nantinya juga ada pembinaan agar usaha-usaha penjual makanan lokal itu terus berkembang dan tumbuh,” ujarnya, ketika dihubungi dari Padang, Selasa (5/9/2017).
Hendrajoni menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mendukung pertumbuhan dan perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di daerahnya tersebut. Dia melihat meski usaha penjual makanan tradisional hanya berdiri di tepi jalan, ternyata cukup banyak pembeli, sehingga pengusaha penjual makanan lokal tidak merasa kesulitan untuk mendapatkan pembeli/konsumen.
“Dulu yang paling populer itu ialah pinukuik Batang Kapeh, sekarang sudah ada yang baru yakni kue mangkuak Etek Epa. Antara dua usaha makanan lokal itu, yang datang membeli cukup banyak, bahkan terkadang yang menjual makanan tersebut kewalahan melayani pesanan pembeli,” katanya.

Ungkapan dari Bupati Pesisir Selatan itu, juga diakui oleh salah seorang penjual kue mangkuak Batang Kapeh, Etek Epa, usaha kecilnya yang menjual makanan lokal khas Minang tersebut saat ini sangat banyak pembeli. Bahkan, per harinya itu ia mampu menjual lebih dari 10 ribu kue mangkuak, yang buka sejak pukul 06.00 WIB pagi hingga pukul 18.00 Wib petang.
“Saya tidak ada melakukan promosi apapun, tapi ramainya pembeli itu berkat informasi yang tersebar dari mulut ke mulut saja. Terkadang pembeli yang datang ke warung saya memoto kue mangkuak saya ini, lalu disebarkan ke media sosial, nah hal itu membantu minat orang untuk membeli kue mangkuak saya,” jelasnya.
Etek Epa mengaku, saat ini untuk menjual kue mangkuaknya tidak memanfaatkan media apapun seperti menjual online. Kendati demikian, pembeli yang datang ke warung kue mangkuak sangat ramai.
Tak jarang, pembeli harus rela antre untuk menunggu kue mangkuak nya selesai di masak. Sebab, dari 2.000 cetakan kue yang ia punya, masih belum mampu memenuhi pesanan pembeli yang datang.
Menurutnya, usaha menjual makanan lokal saat ini cukup menjanjikan, seiring banyaknya jenis makanan-makanan modern atau Eropa yang bermuncul. Namun, untuk lebih berkembangnya usaha makanan lokal itu, butuh dukungan pemerintah seperti turut membantu promosikan usaha penjual makanan lokal.
Kalau perlu pemerintah turut membantu dari segi pendanaan, agar usaha penjual makanan lokal semakin tumbuh dan berkembang lebih bagus lagi.
