Tingkatkan Jumlah Anggota, Kopdit Pintu Air Buka Cabang di Makassar
MAUMERE – Setelah mengantongi keputusan menjadi koperasi primer nasional, Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air mulai memberanikan diri memperluas cakupan usahanya dengan meningkatkan status kelompok dampingan di Makassar Sulawesi Selatan menjadi kantor cabang pembantu.
Demikian disampaikan Yakobus Jano, Ketua Kopdit Pintu Air saat dihubungi Cendana News Selasa (26/9/2017) terkait niat koperasi kredit terbesar di NTT asal Kabupaten Sikka untuk membuka cabang di luar NTT.
Pembukaan kantor cabang di Makassar ini, terang Yakobus, selain untuk menampung warga perantauan asal NTT di Makassar yang selama ini telah menjadi anggota koperasi Pintu Air, juga merangkul warga Sulawesi lainnya yang selama ini juga sudah mengenal dan bergabung dengan koperasi ini.
“Ada beberapa persyaratan yang harus kami penuhi sehingga bila tidak ada halangan kantor cabang pembantu ini sudah bisa beroperasi bulan November 2017 nanti,” terangnya.
Selain harus melengkapi persyaratan yang diminta Dinas Koperasi Kota Makassar, Kopdit Pintu Air juga, tambah Yakobus, sedang menunggu keluarnya Surat Izin Koperasi Primer Nasional, sebagaimana informasi yang disampaikan Kementerian Koperasi saat pertemuan bulan Agustus 2017 lalu, akan dikeluarkan di Bulan September 2017.
“Saya berharap agar nelayan, petani, peternak dan buruh yang berada di Makassar serta daerah lainnya di Sulawesi Selatan dapat bergabung dalam Kopdit Pintu Air yang mayoritas anggotanya merupakan masyarakat kecil berpenghasilan rendah,” ungkapnya.
Petrus Simon, selaku koordinator kelompok dampingan Kopdit Pintu Air di Makassar yang juga dipersiapkan menjadi manajer kantor cabang pembantu Makassar menjelaskan, saat ini jumlah anggota Kopdit Pintu Air di Makassar mencapai 432 orang.
Secara keseluruhan, kata Petrus, jumlah anggota mencapai sekitar 1.000 anggota, bila dihitung dengan jumlah anggota yang mendaftar melalui cabang-cabang Kopdit Pintu Air di wilayah provinsi NTT.
“Bila kantor cabang pembantu sudah ada maka anggota yang mendaftar di NTT akan dipindahkan ke Makassar sehingga memudahkan dalam melakukan transaksi maupun pengurusan administrasi lainnya,” sebutnya.
Petrus mengakui, dirinya bersama rekan-rekannya di Makassar selalu melakukan sosialisasi kepada komunitas-komunitas yang ada di Makassar. Selama setahun banyak warga dari berbagai kelompok etnis yang ada di Makassar seperti Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja telah bergabung menjadi anggota di Kopdit Pintu Air.

Belum lama ini, Yakobus Jano dengan didampingi Humas Pintu Air, Vinsen Deo, telah bertemu dengan wali kota Makassar, Ir. Mohammad Ramadhan Pamanto dan pejabat di Dinas Koperasi Kota Makassar. Serta telah menyampaikan keinginan membuka kantor cabang pembantu.
Selain di Makassar, Kopdit Pintu Air juga akan meningkatkan status unit di Bima Provinsi NTB dan Surabaya Provinsi Jawa Timur menjadi kantor cabang pembantu sebab sambutan masyarakat di daerah tersebut pun sangat baik.