Tapuang Tapai, Kue Rasa Asin Manis Khas Sumbar

PESISIR SELATAN — Berbicara tentang tapai, mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat, baik bentuknya hingga rasanya. Seperti tapai ubi ataupun tapai puluik itam (beras ketan hitam), yang memiliki rasa asam-asam manis.
Lalu, bagaimana kalau tapuang (tepung) dimasak yang dicampur dengan tapai yang asam manis tersebut? Nah, di Sumatera Barat, dari kreasi masyarakat, rasa asam manis tapai itu bisa menciptakan kue yang enak setelah diaduk dengan tapuang.
Ni El, penjual kue tapuang tapai menjelaskan untuk membuat kue ini, bahan-bahan yang harus disediakan yakni tepung beras, tapai ubi, gula merah, dan gula pasir. Dengan bahan-bahan yang ada itu, nantinya tapai ubi yang lunak itu dicampur dan diaduk dengan tepung beras serta ikut dituangkan gula merah yang telah dicairkan dengan air panas.
Agar kuenya ngembang saat dimasak di atas panasnya uap air di dalam dandang, saat mangaduknya harus benar-benar merata dan dalam kondisi yang kental. Jika pengadukan dilakukan secara asal-asalan, maka kue tidak akan menghasilkan rasa dan tampilan yang bagus.
Ia menyebutkan, untuk cetakannya sendiri tidaklah terlalu rumit, yakni hanya menggunakan dulang yang berukuran sedang. Agar kue nya masak dengan hasil yang benar-benar mengembung, sebelum adonan dituangkan ke dalam dulang, adonan tersebut harus benar-benar dinilai cukup bagus untuk dimasak.
“Untuk memasaknya tidaklah direbus, tapi dimasakan dengan cara dipanaskan di atas uap panas air yang mendidih. Waktu yang memasaknya pun tidak lama, yakni hanya sekira sepuluh menit,” kata Uni yang berjualan di Pasar Kuok Batang Kapeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (9/9/2017).
Ni El yang ditemui saat melayani pembeli di Pasar Kuok Batang Kapeh/Foto: M. Noli Hendra

Setelah kue yang dimasak itu sudah matang, cara untuk menyajikannya, ialah dipotong-potong sesuai dengan takaran. Namun, untuk menikmati kue tapuang tapai yang enak, harus ditaburi parutan kelapa tua yang dimakan secara bersamaan.

Harga kue tapuang tapai itu cukup terjangkau, yakni hanya Rp1.000 per potongnya dan telah ditaburi parutan kelapa tua. Bahkan, ada cara lain agar kue tapuang tapai semakin pas dimakan, yakni turut memesan segelas teh telur.
Seperti yang dikatakan Etek Iyen, kue tapuang tapai memang sudah menjadi sarapan pagi untuk anak-anak dan keluarganya. Karena, dengan rasa anam manis yang dicampur parutan kelapa tua, seakan memberikan semangat anak-anak ke sekolah, dan begitu juga untuk sang suami yang hendak pergi bekerja.
“Suami saya seorang petani, kue tapuang tapai ini baginya sangat cocok jadi pengacok (sarapan) di waktu pagi. Terkadang sembari minum kopi, dan terkadang minum teh telur,” katanya.
Iyen mengakui, untuk kue jenis tapuang tapai ini cukup banyak ditemukan di pasar. Selain adanya rasa asam manis yang berwarna coklat, kue tapuang tapai juga ada berwarna putih. Untuk kue yang berwarna putih itu, tidak menggunakan gula merah, akan tetapi murni menggunakan tapung dan tapai ubi kayu saja.
Lihat juga...