SAN FRANSISCO – Sebua bus listrik mampu menempuh perjalanan sepanjang 1.772,21 kilometer dengan kecepatan rendah tanpa penyetruman ulang. Perjalanan bus yang memiliki panjang sepanjang 12,19 meter dari Proterra Inc tersebut menjadi rekor baru hasil pengetesan bus listrik.
Perusahaan bus dan truk kini mulai meluncurkan armada model listrik. Armada model listrik tersebut biasanya untuk keperluan mobilitas ringan dan menengah. Teknologi baru tersebut seringkali dibanderol dengan harga tinggi dan tantangan utamanya adalah menciptakan kendaraan dengan kisaran dapat diterima dengan harga bersaing.
Bus Proterra dihargai sekitar 750 ribu dolar AS, sementara bus disel biasa seharga 500 ribu dolar AS. Meski Proterra memiliki biaya operasional lebih rendah, ia harus meyakinkan pelanggan bahwa harga jual sedikit lebih mahal terasa sepadan.
“Kendaraan transit listrik bertenaga tinggi kini memiliki kemampuan yang mereka butuhkan. Kami akan mengalihkan fokus kami terlebih lagi untuk menurunkan biaya,” kata kata kepala bagian penjualan Proterra Inc Matt Horton, Selasa (19/9/2017).
Sementara bobot baterai dipandang sebagai masalah untuk truk tugas berat dan memakan tempat barang. Bus Proterra jauh lebih ringan daripada rig muatan besar. Bahkan jika harus dibandingkan, armada produksi pabrikan asal California Amerika Serikat tersebut tetap lebih ringan dikelasnya meski dengan penumpang penuh di dalamnya.
Menurut Horton, Proterra mengembangkan baterai untuk busnya dengan perusahaan LG Chem Korea. Perusahaan pembuat bus telah mulai mengumpulkan kemasan baterai di sebuah pabrik baru di Burlingame, California. Perusahaan itu juga telah menjual 190 bus pada tahun lalu.
Navistar Proving Ground menyatakan bus tersebut melaju dengan kecepatan 24 kilometer per jam. Proterra mengatakan menetapkan rekor awal bulan ini dan mengalahkan rekor sebelumnya oleh kendaraan penumpang ringan, yakni sejauh 1.630,26 kilometer. (Ant)