Sebanyak 50 Desa di Sikka Alami Kekeringan Akibat Kemarau Panjang

MAUMERE – Sebanyak 50 desa yang tersebar di 15 kecamaatan di Kabupaten Sikka sudah mengajukan proposal bantuan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka akibat mengalami kekeringan sehingga membutuhkan bantuan air bersih.

Demikian disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Sikka Muhammad Daeng Bakir saat ditemui Cendana News Rabu (13/9/2017) terkait bencana kekeringan yang mulai melanda Kabupaten Sikka.

Dikatakan Daeng Bakir, berdasarkan permintaan dari desa-desa tersebut pihaknya sudah membuat proposal dan sudah dibawa ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta agar bisa segera dikucurkan dana bantuan.

“Kami sudah ajukan proposal dalam rangka membantu penanganan kekeringan sesuai dengan surat dari BPBD provinsi NTT dan kami juga sudah berkordinasi dengan BMKG dan dikatakan cuaca ekstrim masih melanda Sikka hingga 5 bulan ke depan,” ungkapnya.

BPBD Sikka juga tambah Daeng Bakir  terus membantu masyarakat yang kekurangan air dan juga fasilitas umum lain seperti puskesmas, sekolah dan sarana umum lainnya menggunakan mobil tangki miliki BPBD Sikka.

Bantuan air ini tambah mantan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Sikka ini, diberikan kalau ada permintaan dari masyarakat maupun lembaga yang mengelola fasilitas umum.

“Baru 50 desa tersebut yang mengajukan proposal bantuan terutama untuk desa-desa pesisir namun masih banyak desa yang belum melapor meski mengalami kekeringan,” terangnya.

Selain proposal bantuan air, BPBD Sikka juga, tambah Daeng Bakir, mengajukan proposal kepada pemerintah pusat untuk pembiayaan pengadaan air, distribusi air dan sarana penampungan air sehingga mudah-mudahan bisa disetujui agar bisa mengatasi kekeringan untuk jangka waktu lama.

Untuk mengantisipasi kekeringan ini, lanjutnya, BPBD Sikka juga sudah berkoordinasi dengan lintas sektor guna memberikan bantuan bersama bagi warga yang terdampak kekeringan.

“Kekeringan menyebabkan pemenuhan kebutuhan air masyarakat, air untuk irigasi lahan pertanian serta untuk minuman ternak terganggu,” tegasnya.

Pernyataan terkait bencana kekeringan dari pemerintah Kabupaten Sikka, papar Daeng Bakir, juga sudah dilampirkan dimana diperkirakan kekeringan berlangsung dari bulan Mei sampai November 2017 nanti.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka Enny Laka mengaku, pihak dinasnya juga mendapatkan pengajuan proposal dari desa terkait ancaman kekeringan.

Dinas Sosial Sikka juga, terang Enny, sudah mengajukan proposal ke Kementrian Sosial agar bisa diberikan bantuan untuk mengatasi dampak dari kekeringan yang terjadi selama ini.

“Kami juga sudah mengajukan permintaan anggaran bantuan ke pusat  dan bila disetujui kami akan memberikan bantuan bahan makanan dan pakaian sekolah. Kami harapkan juga ada dana tanggap darurat,” pungkasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Muhammad Daeng Bakir. Foto: Ebed de Rosary
Lihat juga...