Polres Temanggung Lestarikan Wayang Kulit
TEMANGGUNG – Kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah, menggelar pertunjukan wayang kulit. Pagelaran kali ini dilaksanakan dalam rangka ikut nguri-uri kesenian tradisional Jawa dan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1439 H.
Pagelaran wayang kulit kali ini mengambil lakon Pandawa Mbangun dengan dalang Bambang Wiji Nugroho dari Bantul. “Kami berupaya melestarikan kesenian wayang kulit dengan menggelar kesenian tradisional ini setiap tahun dalam menyambut Tahun Baru Islam,” kata Kapolres Temanggung AKBP Mahesa Soegriwo di Temanggung, Sabtu (30/9/2017) seusai pertunjukan di Mapolres Temanggung.
Ratusn warga masyarakat tampak menikmati pementasan yang dipertontonkan. Sejumlah artis sengaja diundang untuk meramaikan pementasan diantaranya, Bemby, Dua Cinta, Pepy, Akbar (stand up komedi ibu kota), Gareng dari Salatiga, dan Lilik Pujiwati dari Yogyakarta.
“Melalui pergelaran kesenian wayang kulit ini, kita tingkatkan kepercayaan Polri dan masyarakat guna terwujudnya karkamtibmas di wilayah Kabupaten Temanggung,” katanya.
Selain untuk melestarikan kesenian tradisional, katanya, pementasan wayang kulit juga untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Temanggung. Ia menuturkan wayang kulit sebagai sarana berkomunikasi dan bersinergi dengan masyarakat.
“Kami ingin mengadakan kegiatan yang membaur dengan masyarakat, maka dilaksanakan dengan nuansa rakyat. Kami berupaya memberikan yang terbaik pada masyarakat Temanggung untuk hadir menikmati wayang kulit, sekaligus kami memberikan sekadar makan dan minum bersama-sama, supaya nikmat sampai pagi hari dengan menikmati makanan tradisional,” katanya.
Pada pementasan wayang kulit tersebut, para penonton mendapat suguhan berbagai makanan tradisional, seperti mi godok, wedang ronde, nasi goreng, kacang godok, dan makanan kecil khas angkringan. (Ant)