Pertumbuhan UMKM di Padang Turut Memberikan Lowongan Pekerjaan Baru
PADANG – Wali Kota Padang Mahyeldi menyebutkan, pertumbuhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) turut memberikan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Ia mengatakan, saat ini ada sekira 80.000 pedagang kaki lima di Padang yang sebagian besarnya merupakan pelaku UMKM. Jumlah itu dinilai tumbuh drastis, melihat pada tahun sebelumnya yang hanya sekira 70.000-an pelaku UMKM.
“Jadi dengan tumbuhnya pelaku UMKM ini telah membuat masyarakat di Kota Padang yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan, kini telah memiliki pekerjaan,” katanya, Selasa (19/9/2017).
Mahyeldi menjelaskan, berbagai upaya Pemerintah Kota Padang dalam meningkatkan UMKM tertuang dari 10 program unggulan yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, selain upaya menerapkan 10 program itu, Pemko Padang juga melakukan pendekatan dan merangkul para pelaku UMKM, serta turut memberikan pembinaan dan pelatihan. Ia mengaku, selain pelaku UMKM tumbuh secara mandiri, turut dibantu adanya koperasi simpan pinjam yang ada di Kota Padang.
“Jadi terkadang pelaku UMKM ada kendala untuk mendapatkan pinjaman modal usaha dari pihak bank, terutama untuk angunannya. Tapi berkat adanya koperasi serba usaha yang ada di Kota Padang, persoalan itu akhirnya terselesaikan,” ucapnya.
Ia menyebutkan, jika melihat dari sebelumnya kondisi UMKM di Padang yang belum begitu tumbuh dengan baik, memang tidak begitu besar berpengaruh kepada kondisi perekonomian masyarakat. Khususnya ibu-ibu rumah tangga tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan ada para kepala keluarga yang belum memiliki pekerjaan tetap.

Sehingga, dengan adanya pertumbuhan UMKM pada tahun ini, dapat dipastikan telah turut memberikan pekerjaan baru bagi masyarakat. Dari yang sebelumnya tidak bisa menghasilkan apa-apa, kini dengan tumbuhnya UMKM, telah memberikan penghasilan untuk perekonomian keluarga.
Mengetahui pernyataan dari Pemko Padang itu, salah satu koperasi serba usaha di Padang, yakni Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang (Derami) yang selama ini bergerak memberikan pinjaman modal usaha melalui tabungan renteng Unit Tabur Puja, ikut merespons.
Kepala KSU Derami Padang, Hasymi mengatakan, di KSU Derami jumlah masyarakat yang telah mendapatkan pinjaman modal usaha telah mencapai angka seribu lebih. Usaha yang dijalaninya pun beragam, mulai dari bergerak di bidang perikanan, pertanian, industri rumahan, dan berbagai usaha lainnya.
“Kalau di KSU Derami jumlah pinjaman melalui Tabur Puja memang tidak begitu besar yakni Rp2 juta. Karena target kita ialah masyarakat yang prasejahtera ingin menjalankan usaha. Apalagi, upaya memberikan pinjaman itu merupakan salah satu upaya dari KSU Derami dalam hal mengentaskan kemiskinan di Padang,” tambahnya.
Menurutnya, sampai saat ini masyarakat yang mengajukan pinjaman modal usaha ke KSU Derami telah menyebar di 10 kecamatan di Padang. Sementara untuk satu kecamatan lagi yakni yang di Bungus Teluk Kabung memang belum bisa digapai oleh KSU Derami, karena terkendala jarak yang tergolong cukup jauh dari pusat perkotaan.