Peraih Kalpataru Harus Terus Menularkan Virus Mencintai Lingkungan

MAUMERE – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sikka melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meminta agar para peraih kalpataru tingkat kabupaten terus mencintai lingkungan dan mengajak serta memotivasi masyarakat sekitar lingkungan mereka untuk terus menjaga kelestarian lingkungan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka Ir.Yunida Pollo saat ditemui Cendana News di kantornya Rabu (13/9/2017) ketika menerima kehadiran para penerima Kalpataru.

Yunida mengatakan, pemberian penghargaan ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam mengapresiasi apa yang telah dilakukan masyarakat dalam upaya menyelamatkan lingkungan.

“Pemerintah sangat berterima kasih atas usaha dan jasa perorangan serta kelompok yang telah membantu menjaga lingkungan maupun membantu orang lain khususnya para petani dalam meraih kesuksesan,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang meraih juara pertama untuk 4 kategori yang dinilai yakni Perintis Lingkungan, Penyelamat Lingkungan, Pembina Lingkungan dan Pengabdi Lingkungan, akan diikutsertakan dalam lomba sejenis di tingkat provinsi.

“Sebelum berlomba di provinsi para peserta kami bina terlebih dahulu. Karena di Sikka tidak ada peringatan hari lingkungan hidup maka pemberian penghargaan dilakukan saat malam peringatan Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus lalu,” terangnya.

Bernabas Sado, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Nita yang bertugas di Desa Nirangkliung yang ditemui Cendana News di kantor Dinas Lingkungan Hidup Sikka mengatakan bersyukur atas penghargaan sebagai juara III kategori pengabdi lingkungan yang diterimanya.

Nabas, sapaannya menjelaskan, dirinya memotivasi para petani dampingannya di desa Nirangkliung sebanyak 23 kelompok tani agar lebih fokus bekerja sebagai petani. Untuk petani sawah ia memperkenalkan teknologi Jajar Legowo pada 4 kelompok yang memiliki lahan basah dan hasil panen meningkat.

“Petani lainnya menanam tanaman perkebunan seperti kakao, kemiri dan budidaya seperti tomat, cabai dan wortel. Saya selalu mengarahkan agar mereka fokus dengan pekerjaan sebagai petani,” tegasnya.

Nabas mengaku memang sangat sulit mengubah perilaku dan sikap petani serta memotivasi masyarakat agar menjadi petani, bukan bekerja sebagai tukang ojek. Dirinya harus terus melakukan sosialisasi sehingga banyak petani mulai sadar bahwa menjadi petani juga mulia.

Maria Yasinta, Ketua Kelompok Tani Lero Wulan, Desa Wolonwalu Kecamatan Bola yang meraih  juara pertama untuk kategori penyelamat lingkungan kepada Cendana News mengaku sangat senang bisa meraih penghargaan dari pemerintah.

Dijelaskan Maria, dirinya bersama 19 anggota lainnya melakukan penghijauan dengan menanam Mahoni, Jati Putih dan tanaman palawija lainnya agar masyarakat jangan selalu membakar hutan.

“Kami lakukan penghijauan di lahan seluas 15 hektar dan penghargaan dari pemerintah ini bagi kami sangat luar biasa sehingga semua anggota semakin termotivasi menanam,” tuturnya.

Bernabas Sado, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Nita yang bertugas di Desa Nirangkliung. Juara III Kalpataru tingkat Kabupaten Sikka kategori Pengabdi Lingkungan. Foto: Ebed de Rosary

 

 

Lihat juga...