Pemprov Sumbar Dirikan Pasar Umum di Lahan Parkir Perkantoran
PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pangan meresmikan pasar murah yang memanfaatkan lahan parkir kosong yang ada di lingkungan Kantor Gubernur Sumbar. Lahan parkir itu ditetapkan menjadi lokasi pasar umum yang direcanakan beroperasi setiap hari Rabu.
Pasar tersebut agak berbeda pada pasar umum lainnya. Konsepnya merupakan Pasar Tani ini, pedagangannya merupakan Kelompok Tani, dan para UKM serta distributor binaan Pemprov Sumbar.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, tujuan diadakannya pasar itu untuk memfasilitasi konsumen dan produsen dalam memenuhi kebutuha, serta juga untuk memastikan ketersediaan produk-produk pertanian di masyarakat. Selain itu, pasar yang akan dioperasikan setiap hari Rabu itu, dinilai mampu memotong jalur distribusi hingga harga menjadi murah.
“Tujuan kita tidak hanya itu, jadi melalui pasar ini juga bisa mempromosikan produk dari kelompok-kelompok tani dan UKM, serta distributor binaan 7 Organisasi Perangkat Daerah. Lalu menciptakan pasar bagi kelompok dimaksud, dan juga upaya mencegah inflasi,” katanya, Rabu (6/9/2017).
Ia menyebutkan, sebelumnya pemerintah juga pernah membuat kegiatan yang sam yaitu di Air Pacah Bypass yang kini tengah dibangun Gedung Inflasi. Bahkan, substnasinya juga hampir sama, yakni menjadi wadah untuk mempertemukan produsen dengan konsumen demi memangkas rantai distribusi guna menekan harga.
“Ide membuat pasar ini ialah Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Sumbar. PKK melihat peluang pasar yang besar, sehingga turut membantu baik bagi produsen maupun konsumen. Dan hari ini, merupakan perdana dioperasikannya pasar di perkarangan perkantoran ini,” ujar Irwan.

Gubernur juga mempersilakan bagi masyarakat untuk datang beramai-ramai ke pasar tersebut. Karena adanya pasar itu, juga untuk masyarakat dalam memperoleh harga-harga kebutuhan yang harganya lebih murah dari pasar lainnya. Untuk itu, Irwan menegaskan kepada para pedagang agar benar-benar menjual harga-harga barang dengan nilai yang terjangkau.
“Saya ingatkan kepada pedagang, harga harus menjual barang dagangan di bawah harga pasar. Kalau di atas harga pasar, tidak boleh jualan di sini,” harapnya.
Kendati telah didirikan pasar di lingkungan perkantoran, Irwan menyatakan pasar yang didirikan hari ini bukan lah berarti sebuah pasar yang permanen. Akan tetapi sebentuk membantu produsen dan konsumen. Ia berharap, dengan adanya pasar tersebut memberikan dampak yang positif kepada masyarakat, dan juga menekan inflasi.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Sumbar Nevi mengatakan, diadakannya pasar di perkarangan perkantoran tersebut merupakan salah satu bentuk pemerdayaan keluarga, terutama yang berhubungan dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya pasar yang menyediakan barang-barang belanjaan dengan harga yang lebih murah, tentu turut membantu meringankan pengeluaran keluarga.
“Sangat ditunggu kedatangan masyarakat ke pasar ini, tapi datanglah setiap hari Rabu yang telah dibuka sejak pagi hingga waktu siangnya. Barang-barang yang dijual pun beragam, mulai dari cabe, sayur-sayuran, buah-buahan, kue, daging, beras, pakaian, dan sejumlah komoditas lainnya,” jelasnya.