Pemprov Sulut Seriusi Rencana Pembangunan TPA

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) proses lebih lanjut rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah regional. Fasilitas tersebut direncanakan akan menjadi tempat pengelola sampah yang diproduksi Kota Mando, Bitung, Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara.

Sekda Provinsi Sulut Edwin Silangen menyebut, saat ini tahapan proses pembangunan baru memasuki tahapan diskusi. “Saat ini proses pembangunannya berada pada tahapan diskusi kelompok terarah tentang rencana induk dan gambaran kerja detail,” tandas Silangen di Manado, Jumat (15/9/2017).

Karena itu, diharapkan Silangen, sinergitas semua pihak terkait dengan rencana pembangunan sangat dibutuhkan sehingga berjalan sesuai perencanaan. Pengelolaan sampah memerlukan upaya perencanaan pembangunan ataupun prasarana dan sarana memadai yang dapat meminimalisasi potensi terjadinya dampak buruk kelestarian lingkungan.

Pemerintah provinsi, lanjut dia, saat ini mengemban misi memantapkan pembangunan infrastruktur berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan, termasuk memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Hal itu dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas perencanaan pelaksanaan dan pengendalian tata ruang.

Sementara perkembangan pembangunan tingkat perekonomian dan pertumbuhan penduduk akan memberikan dampak semakin meningkatnya volume timbunan sampah yang bila tidak dikelola baik akan memberikan pengaruh negatif terhadap kelestarian lingkungan.

“Dari sini diharapkan terwujudnya harmonisasi pelaksanaan dan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah antarprovinsi dan kabupaten kota, serta percepatan dan ketepatan pembangunan infrastruktur yang berkualitas termasuk TPA,” tambahnya.

Diharapkan Silangen, diskusi kelompok terarah (FGD) berjalan baik dan selaras serta menghasilkan keputusan-keputusan strategis merealisasikan peningkatan sistem pembuangan sampah yang berorientasi kepada kelestarian lingkungan di Kota Manado, Bitung, Kabupaten Minahasa Utara dan Minahasa.

“Proses yang kita lakukan ini akan mampu menjadi jembatan mengoptimalkan pencapaian visi Sulawesi Utara berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik dan perkepribadian dalam budaya,” ujarnya.

Bahkan mampu memberi dampak terhadap pencapaian visi pembangunan nasional 2015-2019 yakni terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. (Ant)

Lihat juga...