Pemerintah Diminta Berikan Edukasi yang Intensif Kepada JHI

JAKARTA— Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Hardi Slamet Hood menilai, masih terjadinya jemaah haji membawa air zam-zam di dalam koper melebihi yang ditentukan dikarenakan kurang mendapat pemahaman dan belum maksimalnya pengawasan.

“Mestinya pemerintah harus memberikan edukasi yang intensif, agar para jemaah tersebut, tidak lagi membawa air zam zam hingga melebihi 32 kilo gram,” tutur Hardi dalam dialog kenegaraan ‘Kemana Pengawasan Penyelenggaraan Haji Kita’ di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu, (27/9/2017).

Selain itu, langkah Kementerian Agama (Kemenag) yang meluncurkan aplikasi ‘Android Pintar’ untuk memudahkan saat di tanah suci itu juga belum dipahami oleh sebagian jemaah, terutama yang berasal dari kampung.

“Android pintar itu yang mengerti hanya orang orang mahir dan paham teknologi, sementara jemaah yang berasal dari kampung, rata rata tak paham,” tandas Hardi.

Hal tersebut, beber Hardi, dipengaruhi dengan makin bertambah kuota haji dan umrah tanpa dibarengi dengan penambahan petugas pengawasan.

“Sebab bertambah kuota haji dari tahun ke tahun, tak sebanding dengan petugas haji, alhasil minim pengawasan,” tutur Hardi.

Sementara, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid lebih menekankan pemerintah dalam hal ini Menteri Agama (Menag) untuk lebih memperhatikan, juga sosialisasi dan menambah program manasik haji kepada para jemaah, terutama yang berasal dari daerah-daerah terpencil.

“Sehingga saat beribadah di Tanah Suci itu, mereka bisa paham dan hajinya juga menjadi mabrur,” pungkas Sodik.

Lihat juga...