Operasi Gas 3 Kg di Balikpapan Sepi Pembeli

BALIKPAPAN — Memastikan ketersediaan LPG 3 Kilogram yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) bagi masyarakat, Pertamina menggelar operasi pasar di 13 titik Kota Balikpapan. Namun, selama operasi pasar itu berlangsung, pembelian LPG melon justru sepi.

Area Manager Communication and Relations Pertamina Kalimantan, Alicia Irzanova, menjelaskan, sejak sebelum momen Idul Adha Pertamina telah menyalurkan alokasi tambahan sebesar 3 persen dari angka konsumsi normal atau setara 14.450 tabung. Penambahan tersebut masih tetap diberikan hingga minggu kedua September dengan memberikan tambahan fakultatif sejumlah 6 persen atau setara dengan 28.900 tabung.

Selain itu, untuk menjawab isu yang berkembang beberapa waktu belakangan ini, Pertamina kembali menambah pasokan sejumlah 5.152 tabung yang pada hari ini disebarkan melalui mekanisme operasi pasar.

“Operasi pasar ini kami gelar untuk membuktikan isu kelangkaan yang berkembang selama ini. Kalau produknya ludes di bawah dua jam, itu artinya memang langka. Ternyata dari pantauan sepi pembeli di beberapa titik selama operasi pasar digelar,” paparnya, usai menggelar Operasi Pasar, Selasa (12/9/2017).

Dalam operasi pasar, masyarakat hanya diperbolehkan membeli satu tabung dengan menunjukan KTP, guna menghindari adanya pembelian dalam partai besar oleh para pengecer. “Tadi sempat pantau di beberapa titik operasi pasar. Seperti di Kecamatan Balikpapan Barat, sampai dengan jam 12.00 Wita tabung LPG 3 Kg yang terjual baru sejumlah 100 unit dari 560 tabung yang disediakan. Sama halnya terjadi di lokasi lain seperti Kecamatan Balikpapan Utara dan Kecamatan Balikpapan Tengah,” sebutnya.

Alicia juga mengimbau ke warga untuk tak khawatir dengan stok, karena Pertamina terus memantau stok yang ada di lapangan dan melakukan penambahan bila dibutuhkan.

“Kami mengimbau pula agar masyarakat yang sudah lebih mampu dapat segera beralih ke LPG Non Subsidi karena LPG 3 Kg diperuntukkan khusus bagi masyarakat miskin dan usaha mikro,” ujar Alicia.

Sementara itu, salah seorang warga, Atik, mengaku beberapa hari yang lalu sempat kesulitan cari LPG 3 Kg ke warung-warung sekitar rumah. Namun, kini pihaknya langsung membeli ke operasi pasar.

“Di dekat warung harganya juga tidak mahal, yang 3 Kg kurang dari Rp20 ribu. Kalau sekarang sudah nggak sulit lagi cari Si Melon. Saya pakai melon untuk satu minggu atau 10 hari baru habis untuk memasak di rumah,” tandasnya.

Lihat juga...