Nelayan Kecil Mengaku Berat Bayar Premi Asuransi Setiap Tahun

YOGYAKARTA — Nelayan kecil di kawasan Pantai Bugel, Panjatan, Kulonprogo, berharap bantuan asuransi bagi nelayan dapat dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah. Mereka mengaku berat apabila harus membayar premi setiap tahunnya. Terlebih pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mewajibkan seluruh nelayan mengikuti program tersebut.

Salah seorang nelayan, Daliman (47) menyebut sekitar 100 lebih nelayan di kawasan Pantai Bugel telah menerima kartu Asuransi Nelayan, sejak beberapa bulan lalu. Hal itu dikarenakan pemerintah setempat mewajibkan mereka mengikuti program baru tersebut.

Untuk tahun pertama, para nelayan digratiskan membayar premi asuransi melalui Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN). Namun di tahun berikutnya mereka harus membayar sendiri premi asuransi tersebut sebesar Rp175 ribu per nelayan per tahunnya.

“Tahun pertama memang gratis, tapi tahun berikutnya kita diminta bayar sendiri. Rp175 ribu per orang per tahun. Bagi nelayan kecil seperti kami ya berat. Apalagi kalau musim tangkap ikan sedang sulit. Terlebih uang itu kan tidak bisa diambil, kecuali kalau kita mengalami sesuatu yang tidak diinginkan,” katanya.

Sesuai ketentuan, nelayan yang mengikuti asuransi akan mendapat santunan kecelakaan sebesar Rp200 juta apabila meninggal dikarenakan aktifitas penangkapan ikan, Rp100 juta apabila menyebabkan cacat tetap, dan Rp20 juta untuk pengobatan. Tak hanya itu nelayan juga mendapatkan santunan Rp160 juta apabila meninggal dunia di luar aktifitas penangkapan ikan, Rp100 juta apabila mengalami cacat tetap, dan Rp20 juta untuk biaya pengobatan.

Meski menilai adanya program asuransi itu memberikan rasa lega bagi keluaranya, Daliman berharap agar dana asuransi bagi nelayan itu ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Ia juga berharap bantuan pemerintah mestinya tak hanya menyangkut soal asuransi saja. Melainkan juga bantuan yang secara langsung dapat meningkatkan kesejahteraan para nelayan.

“Memang asuransi ini membantu jika kita kenapa-kenapa. Tapi kalau bisa ya tidak cuma itu. Mestinya pemerintah juga memberikan bantuaan yang bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan secara langsung. Seperti misalnya bantuan peralatan berupa jaring, perahu, “katanya.

Menurut Daliman, selama ini pemerintah memang telah memberikan bantuan peralatan kepada nelayan. Sayangnya bantuan itu sangat terbatas dan tidak merata diterima oleh semua nelayan.

“Paling tidak bantuan bisa berupa subsidi bahan bakar untuk nelayan. Karena BBM paling vital dan dibutuhkan nelayan. Disini belum ada khusus nelayan. Untuk membeli BBM di SPBU cukup jauh. Itupun jika tidak punya kartu, kita tidak bisa beli dalam jumlah banyak. Sehingga harus ngecer,” keluhnya.

Lihat juga...