Minat Masyarakat Menyekolahkan Anaknya di Ponpes Rendah

LOMBOK TENGAH — Minat sebagian besar masyarakat menyekolahkan anaknya ke Pondok Pesantren (Ponpes) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat rendah. kebanyakan orang tua menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri, karena dinilai lebih bergengsi.

“Minat masyarakat menyekolahkan anaknya ke Ponpes sekarang ini rendah dan cendrung mengalami penurunan setiap tahunnya” kata Ketua Yayasan dan Guru Ponpes Sirajul Huda, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (14/9/2017).

Ia mengatakan, rendahnya minta sebagian masyarakat menyekolahkan anaknya ke lembaga pendidikan pesantren, selain karena faktor gengsi, sekolah negeri juga dinilai lebih menjanjikan masuk dunia kerja

Padahal kalau dibanding sekolah negeri, lembaga pendidikan pesantren memiliki keunggulan tersendiri, siswa selain bisa mendapatkan pendidikan umum, juga mendapatkan pendidikan keagamaan secara lebih mendalam.

“Salah satu cara menarik minat masyarakat mau menyekolahkan anaknya adalah harus ada inovasi dan terobosan termasuk ada yang ditonjolkan dari Ponpes, misalkan kegiatan hafidz atau menghafal Alquran sebagai unggulan,” katanya.

Menurut Jumaeli, sekolah dengan keunggulan dimiliki tetap akan diminati siswa maupun masyarakat untuk menyekolahkan anaknya, tapi kalau tidak ada yang ditonjolkan dan hanya kegiatan belajar mengajar seperti kebanyakan sekolah lain, sudah pasti akan ditinggalkan.

Ditambahkan, inovasi lain dilakukan untuk menarik minat masyarakat mau menyekolahkan anaknya di Ponpes adalah dengan membuka jurusan yang sesuai kebutuhan dunia kerja seperti SMK dengan berbagai jurusan seperti agribisnis, pariwisata dan komputer.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan NTB, Seruji mengatakan, kondisi besar lembaga pendidikan swasta sekarang ini banyak yang memprihatinkan nasibnya dan terancam gulung tikar, sebagian di antaranya malahan sudah tutup, karena sepi peminat.

Bahkan ada juga sekolah swasta yang sudah hilang, tembok telah tua dan dirobohkan, karena memang sudah tidak ada siswa. Menurut Seruji banyaknya menjamur sekolah swasta ditambah sekolah negeri yang belakangan jumlahnya mulai banyak juga menjadi salah satu penyebab banyak diantara sekolah swasta tutup.

Lihat juga...