Dua Sekolah di Balikpapan Terapkan Pendidikan “Outdoor Classroom Day”

BALIKPAPAN — Dua sekolah di Kota Balikpapan menjadi pilot project penerapan program “Outdoor Classroom Day” (OCD) dari salah satu kota di Indonesia. Dua sekolah itu yakni SD Kemala Bhayangkari dan SLB Negeri. Program OCD ini merupakan program Pemerintah Pusat yang dilaksanakan oleh tiga Kementerian yakni Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Kementerian Agama dan Kementerian Pemberdayaan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan Muhaimin mengungkapkan program OCD ini bagian dari mewujudkan sekolah ramah anak. Program tersebut terdiri dari tiga jam pembelajaran di luar kelas untuk membuat anak tidak jenuh, menumbuhkan kreativitas, menggalakan olahraga tradisional dan permainan tradisional.

“Sekitar tiga jam pembelajaran di luar kelas membuat anak tidak jenuh dan menumbuhkan kreatiivitas. Menggalakkan kembali olahraga tradisional dan permainan tradisional yang dulu pernah kita mainkan. Untuk hari ini dua yang dicanangkan, nanti akan ada sekolalah yang polanya bisa kita terapkan,” jelasnya, Kamis (14/9/2017).

Di kota Balikpapan terdapat empat sekolah yang mendapatkan predikat Sekolah Ramah Anak yaitu SD Kemala Bhayangkari, SMP Nasional KPS, SMAN 1 dan SMKN 1 Balikpapan.

“Harapannya ke depan SD Kemala Bhayangkari bisa mendapatkan predikat SRA secara nasional, mengingat fasilitas yang dimiliki sudah lengkap. Dan SD Kemala Bhayangkari juga mulai menerapkan OCD untuk siswanya,” paparnya.

Menurut Muhaimin, pola-pola yang diterapkan pada OCD ini akan diterapkan ke sekolah sekolah lainnya. Apalagi hal ini sangat positif dalam penguatan pendidikan karakter.

“Harinya hari anak, dalam satu hari. Program sekolah sebagai ramah anak. Akan kami terapkan juga ke sekolah lainnya secara bertahap, memang sangat positif dalam penguatan pendidikan karakter,” tukasnya.

Sedangkan untuk Sekolah Luar Biasa(SLB) yang menerapkan OCD akan sangat baik, kata Muhaimin diperlukan perlindungan khusus dan hak mereka mengingat sekolah berkebutuhan khusus.

“Pastinya ada nuansa yang membahagiakan bagi mereka, dan guru juga diperlukan kesabaran, keuletan dalam mendidikan anak-anak mereka. Kami sangat mendukung program ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Kemala Bhayangkari Baharudin menyambut baik program dan mendukung surat keputusan dari Presiden tentang penggantian “Full Day School” dengan “Outdoor Classroom”. Karena sistem ini siswa belajar sambil bermain, dengan menumbuhkan kreativitas siswa.

“Dalam metode ini anak tidak akan merasa bosan saat berada di sekolah, kaena diajarkan berbagai permainan tradisional yang dulu seperti gobak sodor, asinan, petak umpet. Ada kegiatan cuci tangan karena juga ada makna lingkungan dan kesehatan,” sebutnya.

Ia berharap ke depan semua sekolah yang ada di kota Balikpapan dapat melaksanakan program OCD tersebut.

Siswa SD Bhayangkari Melakukan Permainan Tradisional/Foto; Ferry Cahyanti.
Lihat juga...