Siswi Berprestasi Asal Bakauheni Rebut Puluhan Medali Emas Karate

LAMPUNG — Kecil kecil cabe rawit itulah pepatah yang layak disematkan bagi Rizky Yulian Putri (14) siswa SMPN 1 Bakauheni Lampung Selatan.Meski berpostur kecil namun memiliki segudang prestasi dalam bidang olahraga.

Putri kedua dari pasangan suami istri Sugiyanto (39) dan Yayuk Sri Rahayu (39) tersebut merupakan siswa kelas VII SMPN 1 Bakauheni. Mereka adalah keluarga pecinta olahraga. Sang Ayah merupakan pecinta olahraga bulu tangkis, sementara Sang Ibu pegiat  senam aerobik.

Gadis yang karib dipanggil Puput memiliki aktivitas rutin seperti umumnya anak sebayanya, seperti  melakukan kegiatan belajar di kelas serta bermain bersama rekan rekan sebayanya. Aktivitas latihan karate membuat dirinya  memangkas rambutnya pendek sehingga kerap secara fisik dikira laki laki oleh orang yang pertama mengenalnya.

Kecintaan pada karate bahkan dimulai sejak Puput duduk di bangku kelas 2 SDN 1 Kelawi selanjutnya mulai terlibat dalam beberapa kejuaraan sejak duduk di bangku kelas 3 dengan perolehan prestasi yang mulai di raihnya.

“Saya tetap belajar di kelas seperti siswa lain dan juga sennag bermain. Namun di waktu luang saya gunakan untuk ikut latihan karate,” kata Puput  saat ditemui Cendana News dalam satu kesempatan di Bakauheni seusai pulang meraih medali emas dari kejuaraan Pangdam II/Sriwijaya Palembang Sumatera Selatan.

Puput  kerap membela sekolahnya dalam kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Lampung 2016. Dia meraih prestasi Juara II Kelas Kata Perorangan Putri dalam ajang itu.

Selain itu beberapa kegiatan kejuaraan daerah dan kejuaraan nasional pun diikutinya mulai Kejuaraan Karate Piala Gubernur Lampung, Kejuaraan Daerah Bupati Tanggamus, Kejuaraan Olahraga Karatedo Indonesia Lampung, Kejuaraan Nasional Bandung Karate Club di Bogor yang diikutinya sepanjang  2016, serta 3rd BKC Open International Championship 2017 di Batam, Kepulauan Riau.

Sugiyanto sang ayah dari Rizky Yulian Putri (kiri) dan Ryan Haikal (kanan) selaku kepala staf pelatih BKC Ranting Bakauheni memperlihatkan sebagian medali emas,perak dan piagam milik Rizky Yulian Putri /Foto: Henk Widi.
Rizky Yulian Putri bersama para atlet karate lain dan sang pelatih dalam kejuaraan 3rd BKC Open International Championship /Foto: Henk Widi/Istimewa.

Sebagai anggota Bandung Karate Club dari Dojo (tempat latihan) SDN 1 Kelawi, Puput kerap terlibat dalam kejuaraan daerah dan kejuaraan nasional bahkan internasional. Berbagai torehan prestasi tersebut tersimpan rapi beberapa di antaranya berupa piala yang disimpan di sekolah dan di rumah termasuk beberapa medali emas dan perak serta puluhan piagam penghargaan atas keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan cabang olahraga karate.

Penyuka  mainan boneka  ini mengaku bercita cita menjadi dokter dengan tujuan menolong orang orang yang sakit. Selain itu ia  kerap mengunjungi Tanah Air Pustaka yang tak jauh dari tempatnya bersekolah, perpustakaan bagi anak anak untuk mendidik anak anak di pedesaan yang ada di pesisir milik Perahu Pustaka.

“Saya tetap suka membaca buku karena cita cita saya ingin jadi dokter dan tetap menyukai olahraga bela diri karate dan masih ikut beberapa kali kejuaraan,” ungkap Puput.

Torehan prestasi siswa SMPN 1 Bakauheni yang sudah dimulai sejak SD tersebut tak lepas dari dukungan kedua orangtua anak dari tiga bersaudara tersebut. Sang ayah,Sugiyanto saat ditemui Cendana News bersama Ryan Haikal selaku Kepala Staf Pelatih di Bandung Karate Club Bakauheni meminta sang anak giat berlatih tanpa meninggalkan kewajiban sebagai pelajar.

Dukungan Orangtua Miliki Peran Besar Prestasi Sang Anak

Sugiyanto, pemilik usaha ekspedisi antar pulau di tempat tinggalnya Kampung Jering  selalu memberi semangat kepada Puput.  Dia juga terlibat  mengajak latihan fisik di antaranya skipping , lari, push up, sit up serta berbagai latihan lain yang kerap dipersiapkan sebelum latihan karate selanjutnya.

Dukungan tersebut bahkan diberikan dengan merelakan menunda beberapa aktivitas orangtua untuk mendampingi sang anak mengikuti kejuaraan di berbagai daerah dengan menggunakan biaya sendiri.

“Sebagai keluarga yang cinta olahraga kami sangat mendukung aktvfitas Puput anak kami tentunya dengan tidak melupakan aktifitas belajar di sekolah,” terang Yanto.

Torehan terakhir Puput yang cukup membanggakan bagi orangtua diakui oleh Yanto sang ayah saat mengikuti kejuaraan Penglima Kodam II/Sriwijaya pada 10-12 September 2017 pada kelas Kata Perorangan Putri berhasil membawa medali emas.

Torehan tersebut merupakan medali emas yang kesekian kalinya termasuk saat event            internasional BKC International Championship diikuti oleh  Malaysia, Singapura,India, Nepal, Srilanka, Afghanistan dan Indonesia sang puteri juga menyabet medali emas.

Orangtua yang sejak dini memberi rela mengantarkan sang anak dalam kejuaraan daerah yang harus ditempuh dalam jarak jauh.  Sang Ayahmengantarkan menggunakan kendaraan roda dua dan berangkat sejak jam 3 pagi untuk bisa sampai ke lokasi.

Semangat tersebut terus ditanamkan oleh Yanto dan sang isteri agar anaknya tetap memiliki tekad yang kuat dalam bela diri karate saat orangtua mengerahkan waktu,daya dan biayanya untuk sang anak.

Prestasi yang diraih Puput juga semula merupakan bakat alami yang mengalir dalam dirinya dan hal tersebut diakui Ryan Haikal selaku kepala staf pelatih di BKC ranting Bakauheni yang pernah melatih Puput dan terus mendampinginya termasuk saat ini saat Puput dilatih oleh Aroma Doni Komarudin.

Sebagai salah satu bagian dari cabang olahraga bela diri yang menginduk ke FORKI Lampung Ryan Haikal menyebut Bandung Karate Club ranting Bakauheni terus mengkader anggotanya termasuk Puput yang masuk di dojo khusus SDN 1 Kelawi. Beberapa iven nasional dalam waktu dekat diantaranya untuk pra AKF (Asia Karate Federation) serta iven lain pun siap diikuti oleh Puput.

“Keterbatasan pelatih dalam membina Puput bahkan kami lakukan dengan meminta dirinya bisa belajar gerakan gerakan Kata Perorangan hingga kelas Kumite melalui Youtube,” terang Ryan Haikal.

Ia berharap Puput yang memegang sabuk kyu satu tersebut pun bisa mengambil sabuk hitam di Bandung Jawa Barat untuk bisa terus meningkatkan kelas dalam cabang olahraga karate. Ryan Haikal yang memiliki kepedulian pada olahraga karate tersebut bahkan menyebut dengan adanya minat anak anak usia sekolah dari tingkat SD hingga SMP bisa ikut mendorong adanya siswa berprestasi dalam cabor Karate dan mengharumkan nama Lampung.

Lihat juga...