BANDARLAMPUNG — Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menyiapkan anggaran Rp11,5 miliar untuk perbaikan 34 balai adat di daerah tersebut.
Informasi yang diterima di Bandarlampung, Jumat (29/9), 34 balai adat itu tersebar di 13 kecamatan, dengan masing-masing balai adat akan menerima dana perbaikan dengan jumlah bervariasi antara Rp150 juta hingga Rp1 miliar.
Bupati Lampung Tengah Musafa menerangkan bantuan tersebut disalurkan untuk 13 kecamatan, yakni Padangratu, Gunungsugih, Terbanggibesar, Rumbia, Seputihbanyak, Seputihsurabaya, Waypengubuan, Bandarmataram, Pubian, Anaktuha, Buminabung, Bandarsurabaya, dan Selagailingga.
“Ada sembilan kebuayan atau kerajaan di Lampung Tengah yang masing-masing mempunyai balai adat untuk pengembangan kesenian. Tahun ini pemkab telah anggarkan Rp11,5 miliar untuk rehab 34 balai adat. Saya minta anggaran ini dimanfaatkan sebaik mungkin. Kita percantik balai adat kita sehingga pelestarian budaya berjalan maksimal,” kata dia.
Mustafa memaparkan sembilan kebuayan tersebut, yakni Nunyai, Unyie, Subing, Nuban, Beliuk, Selagai, Anak Tuha, Nyerupo, dan Pubian.
Ia menyatakan tidak hanya fokus kegiatan pelestarian budaya, tetapi juga fokus pada sarana dan prasarana yang menunjang kebudayaan tersebut.
“Pelestarian budaya tidak hanya berbicara even atau generasi penerus, tetapi juga sarana dan prasarana. Balai-balai adat juga kita perbaiki. Tahun ini pemkab juga membangun Tugu Sembilan Gajah yang menjadi lambang sembilan kebuayan kita,” kata Mustafa.
Dia berharap keberadaan balai adat tidak hanya digunakan untuk pengembangan kesenian, namun juga pelaksanaan kegiatan lainnya yang menunjang pelestarian budaya dan kebersamaan masyarakat.
“Saya percaya, lewat kebudayaan bisa membangun karakter manusia yang lebih beradab. Karenanya upaya pelestarian terus saya lakukan. Saya memberikan ruang dan tempat untuk suku apapun yang ingin melestarikan kebudayaannya di sini,” katanya.
Kepala Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Lampung Tengah Irwan menerangkan rehab balai adat dianggarkan melalui Alokasi Dana Kampung (ADK) pada 2017. Secara bertahap pembangunan telah dilakukan dan ditargetkan selesai tahun ini.
“Ada banyak balai adat yang tersebar di seluruh kampung-kampung di Lampung Tengah. Ada banyak balai adat yang rusak dan butuh perbaikan. Alhamdulillah ini bisa direalisasikan 2017,” kata dia (Ant).