Kurang Antisipasi, Ratusan Penumpang Terlantar di Pelabuhan Bakauheni
LAMPUNG – Kurangnya antisipasi dalam angkutan hari raya Idul Adha 1438 Hijriyah di terminal Pelabuhan Bakauheni, mengakibatkan ratusan penumpang pejalan kaki tujuan berbagai kabupaten di Lampung Selatan kesulitan memperoleh kendaraan pengangkut.
Menurut salah satu petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan yang enggan disebutkan namanya, berbeda dengan angkutan lebaran Idul Fitri tahun ini dengan penyiapan armada mencukupi termasuk bus-bus bantuan sebagai cadangan sebanyak 30 bus, pada angkutan mudik Idul Adha tidak ada persiapan khusus termasuk penyiapan bus cadangan.
Ratusan penumpang pejalan kaki asal Pulau Jawa melalui Pelabuhan Merak Banten tujuan Pelabuhan Bakauheni Lampung bahkan sudah berdatangan sejak Subuh untuk bisa merayakan hari raya kurban tahun ini bersama keluarga. Meski sebagian harus kecewa akibat kekurangan armada bus.
Menurut petugas Dinas Perhubungan Lampung Selatan, sejak malam sudah menyiapkan puluhan bus antar kota dalam provinsi, travel dan angkutan pedesaan. Meski jumlah penumpang tidak sebanding dengan ketersediaan bus dan angkutan lain di terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni.
Suheni, salah satu penumpang pejalan kaki asal Jakarta yang hendak pulang ke Lampung Timur bersama keluarga menyebut, sengaja pulang saat liburan Idul Adha meski dirinya harus terlambat sampai ke rumah akibat ketersediaan kendaraan pengangkut. Wanita yang datang sejak malam tersebut tiba di Pelabuhan Bakauheni dini hari dan sempat menginap di lobi pelabuhan untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kendaraan bus.
“Jumlah kendaraan yang disediakan juga sangat terbatas sehingga kami harus menunggu untuk kendaraan lain yang sedang dalam perjalanan ke terminal pelabuhan Bakauheni,” ungkap Suheni, warga Sukadana Lampung Timur saat ditemui Cendana News di terminal Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Jumat (1/9/2017).
Kepala terminal kedatangan Pelabuhan Bakauheni dari Dinas Perhubungan Lampung Selatan, Irawan, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler mengungkapkan, persiapan angkutan mudik Idul Adha 1438 H memang tidak seperti Idul Fitri sehingga banyak penumpang yang kehabisan kendaraan khususnya bus. Meski demikian, ia menyebut, bus-bus asal terminal Rajabasa segera dikerahkan untuk mengangkut penumpang ke terminal Rajabasa dan tujuan ke Lampung Timur. Bus reguler DAMRI serta travel dan angkutan pedesaan juga dikerahkan untuk mengangkut penumpang asal Pulau Jawa.
Bus-bus yang datang dari terminal Rajabasa sejak Subuh mengangkut penumpang dari Pelabuhan Bakauheni di antaranya PO Almasar, PO Puspa Jaya serta bus-bus lain segera diserbu oleh penumpang yang sejak pagi belum mendapatkan moda transportasi bus. Beberapa bus yang datang dan diserbu oleh penumpang bahkan disesaki dengan penumpang yang menunggu sejak pagi dengan terpaksa harus rela berdiri dan berdesakan akibat tidak kebagian tempat duduk di bus. Sodikin, warga Tarahan memilih menggunakan jasa travel meski tarif normal biasanya Rp30 ribu sekali jalan kini dirinya harus merogoh kocek sebesar Rp50 ribu.
“Saya bersedia membayar mahal yang penting segera sampai di rumah karena kalau menunggu bus harus berdesak-desakan dan masih lama,” ungkap Sodikin.
Sodikin mengeluhkan pihak terkait yang kurang mengantisipasi membludaknya jumlah penumpang pejalan kaki yang mudik saat Idul Adha. Terutama dalam penyediaan armada kendaraan pengangkut, bahkan penumpang harus menunggu berjam-jam untuk memperoleh kendaraan. Beberapa penumpang yang sudah dijemput oleh keluarga dan sebagian memilih jasa ojek dan carteran kendaraan pribadi, bisa dengan cepat sampai rumah sementara penumpang yang mengandalkan kendaraan umum bus, travel, dan angkutan pedesaan, harus menunggu lama.
Pada saat hari normal tarif kendaraan bus antarkota senilai Rp30 ribu, diimanfaatkan oleh para kondektur bus dengan menarik ongkos sebesar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu. Beberapa petugas TNI Angkatan Laut dan personil dari Polres Lampung Selatan yang menyiagakan posko terpadu di terminal Pelabuhan Bakauheni serta Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni dikerahkan untuk mengamankan terminal dan mengatur ketertiban penumpang yang terpaksa berdesak-desakan saat akan naik kendaraan.
Pada angkutan lebaran Idul Adha, PT ASDP cabang Bakauheni melalui General Manager, Anton Murdianto menyebut, menyediakan sebanyak 24 armada kapal roll on roll off dengan antisipasi arus balik Idul Adha yang akan terjadi pada Minggu (3/9). Tak ketinggalan disediakan loket pembelian tiket pejalan kaki dan kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Jawa setelah berlibur ke Pulau Jawa dengan jumlah loket penumpang pejalan kaki sebanyak 10 loket, loket kendaraan roda dua dan roda empat sebanyak 14.
