Kerap Banjir di Jalinsum, Bina Marga Lampung Perbaiki Drainase
LAMPUNG — Kerusakan pada drainase kerap mengakibatkan banjir yang meluap ke badan Jalan Lintas Sumatera khususnya di KM 77 Desa Hatta. Pihak Bina Marga Lampung akhirnya melakukan perbaikan pada saluran air atau drainase di bagian sisi kanan dari arah Bandarlampung menuju ke arah Bakauheni.
Pekerjaan dimulai mulai dengan proses pengerjaan talud pencegah longsor. Menurut Widodo, pengawas proyek pembangunan drainase di titik Desa Hatta pihaknya menjawab keluhan masyarakat di Desa Hatta serta pengguna jalan akibat kerap meluapnya air dari saluran drainase yang sudah rusak.
Kerusakan pada tanggul drainase di Jalinsum KM 77 tersebut diperparah dengan adanya aktivitas pembuangan sampah di tepi jalan. Hal ini berimbas tersumbatnya saluran air oleh sampah plastik serta berbagai sampah yang dibuang oleh masyarakat. Tersumbatnya saluran drainase tersebut mengakibatkan talud lama tergerus bahkan ambruk pada beberapa bagian sehingga saat musim hujan air meluap ke jalan raya.
“Meluapnya air dari saluran drainase berimbas penggerusan aspal jalan bahkan kerap material bebatuan dan sampah masuk ke badan jalan membahayakan pengguna jalan, sehingga perlu dilakukan perbaikan sekaligus pelarangan membuang sampah di tepi jalan,” papar Widodo saat ditemui Cendana News, Rabu (6/9/2017).
Perbaikan badan jalan dilakukan sekaligus perbaikan bahu jalan menggunakan batu split. Sempit dan dangkalnya konstruksi drainase yang dibangun sejak tahun 2000 mempercepat kerusakan. Pihak pelaksana pengerjaan proyek membongkar drainase lama dan mengganti dengan drainase baru.
Widodo menyebut pada proses pembuatan drainase sebelumnya kedalaman hanya sekitar 50 sentimeter dengan lebar 60 sentimeter. Sementara pada pembangunan tahun anggaran 2017 ini dikerjakan dengan memperlebar saluran darinase pada bagian atas 80 sentimeter dan pada bagian bawah mencapai lebar 60 sentimeter dengan kemiringan 10 derajat. Pelebaran saluran drainase tersebut diharapkan bisa memperlancar aliran air berimbas positif air tak lagi mengalir ke jalan raya.
Saluran drainase yang saat ini dikerjakan dengan panjang mencapai 250 meter tersebut diakui Widodo sekaligus menjadi penahan bahu jalan yang berada di turunan dan tikungan tersebut. Selain memberi dampak lebarnya bahu jalan talud pada bangunan drainase bisa menopang kendaraan yang sebelumnya kerap amblas di jalan tersebut.
Hingga kini proses pengerjaan drainase sepanjang 250 meter tersebut memasuki hari keempat dan harus diserahterimakan pada hari kelimabelas dalam kondisi yang sudah bagus dan bisa digunakan untuk saluran air. Setelah itu Widodo menyebut perbaikan saluran drainase juga akan dilakukan di ruas Jalan Lintas Timur Dusun Muarapiluk.
Perbaikan saluran drainase di Jalan Lintas Timur diakuinya akan dilakukan dengan menggunakan gorong gorong besar sehingga bisa memperlancar saluran air yang berada tepat di Pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya (BBJ) tersebut.
“Proses usulan sudah dilakukan dua tahun lalu dan sudah ditenderkan kemungkinan awal Oktober akan dikerjakan sehingga tidak akan terjadi lagi banjir saat musim penghujan,” tungkap Widodo.
Selain perbaikan drainase di sejumlah titik jalan nasional tersebut pada beberapa bahu jalan, tepatnya di dekat jembatan dan tikungan juga dilakukan pengecoran menggunakan rigid pavement memperkuat struktur bahu jalan yang selama ini hanya diberi batu split.
Penguatan bahu jalan dengan sistem cor beton tersebut diakuinya mencegah kerusakan jalan dengan kerap melintasnya kendaraan bertonase besar dan memperlancar arus lalu lintas dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa.


