KemenPUPR Diminta Turut Sukseskan Cetak Sawah di Papua

MANOKWARI – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat diminta bersinergi dalam menyukseskan program cetak sawah di wilayah Provinsi Papua Barat.

Dandim 1703/Manokwari, Letkol Andy Parulian, mengatakan, program harus diikuti dengan pembuatan saluran irigasi. Lahan sawah baru tidak dapat dimanfaatkan tanpa ketersediaan air. Ia berharap, ke depan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Kementerian Pertanian bekerjasama secara sinergi untuk membangun saluran irigasi, baik di lokasi yang sudah dibuka maupun yang akan dibuka.

“Bisa dilakukan survei dulu, lokasi mana yang kira-kira harus segera mendapatkan program irigasi,” kata dia.

Dandim mengemukakan, pada program cetak sawah 2017, pihaknya mendapat tanggung jawab untuk membuka lahan seluas 1.290 hektare untuk sawah baru. Masing-masing tersebar di Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama.

Manokwari tahun ini mendapat jatah 415 hektare, Teluk Bintuni 322 hektare, Teluk Wondama 40 hektare dan Manokwari Selatan 520 hektare. Melalui program ini ada penambahan lahan cukup luas untuk meningkatkan produksi beras di empat daerah tersebut.

Dia menambahkan, pada program TNI hanya diberi tanggung jawab untuk mencetak. Pengadaan bibit dan pupuk menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian. “Kalau bisa jangan sampai ada lahan yang diterlantarkan. Harus bisa sama-sama untuk membantu perluasan lahan sawah, karena Kodim hanya diberi tanggung jawab untuk cetaknya saja,” katanya.

Menurut dia, yang harus mendapat perhatian serius adalah lahan-lahan yang dikelola oleh masyarakat lokal, karena mereka belum punya cukup pengalaman dibanding masyarakat transmigrasi.

“Kita harus terus mendorong dan meyakinkan mereka, bahwa setiap orang bisa sukses menjadi petani. Sehingga jangan hanya orang-orang tua saja yang bertani, anak-anak muda pun harus berani terjun ke sawah,” kata Dandim lagi.

Kodim Manokwari tidak punya program khusus dalam melakukan pendampingan terhadap petani. Meskipun demikian, sebagai tanggung jawab moral, pihaknya mengoptimalkan peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk membantu petani di wilayah masing-masing.

TNI sedang mendorong, agar masyarakat benar-benar mempraktikkan pertanian, hingga mereka sukses dan menikmati hasilnya. “Kalau itu terwujud, saya yakin bisa memberi pengaruh yang luar biasa terhadap pertanian di daerah ini,” katanya. (Ant)

Lihat juga...