Jumlah Imigran Timur Tengah di Rumania Meningkat
BUCHAREST – Sekitar 500 migran dari Timur Tengah mencapai Rumania melintasi Laut Hitam dari Turki dalam waktu sekitar sebulan, kata para penjaga pantai pada Senin (18/9/2017). Jumlah para migran itu merupakan kenaikan yang tajam, kata Uni Eropa dan menunjukkan penyelundup menguji rute-rute alternatif untuk masuk ke Eropa.
Sejak tahun 2015, EU telah berusaha keras menurunkan angka pengungsi dan migran yang diselundupkan masuk atau diperdagangkan dari Timur Tengah dan Afrika melalui pantai-pantainya. Sebuah perjanjian tahun 2016 yang dicapai dengan Turki menutup rute ke Yunani, negara anggota EU dan blok itu sekarang menumpas orang-orang yang tiba dari Libya ke Italia. Kedatangan orang-orang dari Mediterania ke blok itu turun dari hampir 80.000 orang pada Juni ke bawah 10.000 orang pada Agustus, demikian data PBB.
Tetapi penjaga pantai Rumania mengatakan kepada Reuters pada Senin bahwa sebanyak 475 orang mencapai pantai-pantainya dalam kurun waktu satu bulan Agustus-September. Para migran itu termasuk datang dari Irak dan Iran. Tujuh orang penyelundup dari Turki, Bulgaria, Suriah, Irak dan Siprus telah ditangkap.
Sementara angkanya masih rendah dibandingkan ribuan orang migran yang mencapai pulau-pulau di Yunani tiap hari pada saat puncak kedatangan tahun 2015, angka itu menandai kenaikan tajam dari total 500 migran yang menggunakan rute sama dalam dua tahun pada 2013-2015, menurut data Rumania.
Lembaga tapal batas EU Frontex telah menyatakan pihaknya memantau situasi tersebut dan para penyelundup mungkin mencari pintu-pintu masuk alternatif ke blok itu setelah perlintasan Mediterania dipandang lebih sulit.
“Sementara terlalu pagi mengatakan pembukaan sebuah rute untuk masuk bagi para migran, insiden-insiden terbaru terkait pencegatan kapal-kapal kayu dengan para migran di Laut Hitam menunjukkan bahwa para penyelundup mungkin menghidupkan kembali rute ini,” kata juru bicara Frontex, Krzysztof Borowski.
Frontex mengatakan rute Laut Hitam terakhir kali aktif tahun 2014 tetapi tak mengharapkan berkembang dalam skala besar karena kondisi pelayaran yang sulit di Laut Hitam, khususnya musim gugur sudah dekat. Pada 13 Agustus, penjaga pantai Rumania mengatakan pihaknya telah menyelamatkan 101 orang dewasa dan 56 anak-anak dari Irak dan Iran yang berdesak-desakan menumpang kapal ikan kecil, dalam keadaan jiwa tertekan di tengah-tengah angin kencang.
Di negara tetangga Rumania, Bulgaria, data Kementerain Dalam Negeri menunjukkan tak ada migran ilegal yang dihentikan di tapal batas lautnya pada tahun 2017. (Ant)