Ikan Kakap dari Lebak Tembus Pasar Ekspor

LEBAK – Perusahaan Ikan Indonesia (Perindo) menyampaikan, ikan kakap hasil tangkapan nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak berhasil menembus pasar ekspor, karena memiliki kualitas standar internasional yang baik.

“Kami menerima laporan permintaan ikan kakap untuk dipasok ke luar negeri cenderung meningkat,” kata Pelaksana tugas Perindo, Arman, saat menggelar pemasaran ikan di lokasi car free day di Rangkasbitung, Minggu (24/9/2017).

Ikan kakap menjadi primadona bagi nelayan di pesisir selatan Kabupaten Lebak yang tersebar di 11 Tempat Pelelangan Ikan (TPI), karena nilai jualnya lebih tinggi, yakni sekitar Rp50-60 ribu per kilogram.

Bila, nelayan seharian melaut bisa menangkap 20 kilogram kakap dipastikan pulang ke rumah membawa uang Rp2 juta, dengan jenis kakap merah dan kakap batu.

“Kami mendorong nelayan Lebak terus meningkatkan produksi tangkapan kakap guna meningkatkan pendapatan ekonomi mereka,” ujarnya, menjelaskan.

Menurut dia, kebanyakan ikan kakap pesisir selatan Lebak dipasok ke Jepang, Korea Selatan dan sejumlah negara di Benua Eropa, melalui perusahaan eksportir dari Sukabumi dan Jakarta.

“Kami yakin peningkatan permintaan pasar ekspor itu tentu dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nelayan,” tambahnya.

Iming (50), seorang nelayan di pesisir Pantai Binuangeun, Kabupaten Lebak mengaku setiap hari mencari udang lobster, layur, cakalang, tuna, dan kakap merah, karena jenis ikan itu untuk tujuan ekspor.

“Kami terkadang melaut bisa mendapat penghasilan bersih setelah dipotong bahan bakar mencapai Rp750 ribu sampai Rp1,5 juta per hari,” jelasnya. (Ant)

Lihat juga...