Disperindag Sumbar Minta Pelaku UMKM tak Gunakan Elpiji 3 Kg

PADANG – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Barat (Sumbar) Asben Hendri menyatakan, pemerintah bersama PT. Pertamina telah meningkatkan pasokan gas elpiji 3 kg, serta telah digelar di sejumlah titik operasi pasar yang secara khusus menjual gas elpiji 3 kg. Akan tetapi masih saja ditemukan di beberapa kawasan sulit untuk mendapatkan gas bersubdisi tersebut.

Menurutnya, dengan demikian, ada kemungkinan terjadi pengguna elpiji 3 kg yang tidak tepat sasaran, seperti halnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang seharusnya tidak sepatutnya menggunakan gas elpiji 3 kg tersebut.

“Elpiji 3 kg itu diperuntukkan bagi yang kurang mampu, yang digunakan untuk ibu rumah tangga. Bukan malah untuk yang membuka usaha, seperti UMKM. Meskipun usaha yang dijalani usaha kecil-kecilan seperti berjualan gorengan dan menggunakan elpiji 3 kg, tetap saja pedagang itu salah,” tegasnya, Kamis (28/9/2017).

Menurutnya, bagi pelaku usaha, baik itu usaha kecil ataupun usaha rumahan, harus menggunakan gas elpiji non subsidi, yakni Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg. Jika tetap menggunakan elpiji 3 kg, maka untuk satu rumah itu bisa menghabiskan minimal 5 tabung sehari untuk menjalani usahanya itu. Hal tersebut dinilai akan membuat dampak terkurasnya pasokan yang ada.

“Bagi keluarga yang kurang mampu, paling untuk satu tabung itu bisa bertahan 2-3 minggu. Sementara bagi yang pelaku usaha, bisa minimal 5 tabung per hari. Kondisi ini jelas terlihat, salah satu penyebab kelangkaan elpiji bersubsidi ini bisa jadi akibat tingginya pengguna elpiji dari pelaku usaha,” ujarnya.

Untuk itu ia menegaskan, ke depan perlu membicarakan kembali antara pemerintah dengan pihak PT. Pertamina, terkait penggunaan gas elpiji 3 kg tersebut. Hal-hal yang perlu dibicarakan seperti aturan kepemilikan gas bersubdisi, serta perlu adanya langkah cepat dari satgas terkait.

“Sepertinya kita butuh menentukan aturan bahwa untuk satu rumah hanya diperbolehkan mempunyai satu tabung gas elpiji 3 kg. Kalau selama ini, untuk satu rumah bisa lebih dari satu tabung,” kata Asben.

Sementara itu, Officer Communication and Relations PT. Pertamina Sumbagut, Herdiyanti Dwi Lestari menjelaskan, untuk memenuhi permintaan masyarakat terkait gas elpiji 3 kg, Pertamina telah menggelar operasi pasar elpiji 3 kg di Kota Padang, sebagai konsekuensi untuk memenuhi kebutuhan LPG bersubsidi. Pertamina mengklaim melalui operasi pasar itu, saat ini kondisi sudah berangsur normal.

Ia menyebutkan, pertamina menyalurkan elpiji bersubsidi 3 kg sesuai dengan penyaluran dan kebutuhan normal harian di Kota Padang sebesar 24.000 tabung per hari, melalui 23 agen dan 683 pangkalan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Pertamina hanya menjual di outlet resmi yaitu Agen dan Pangkalan yang memasang plank HET.

“Kami harap dengan adanya operasi pasar, kebutuhan LPG masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Tentunya, Pertamina akan terus melakukan koordinasi dengan dinas perdagangan setempat untuk memantau penyaluran gas elpiji 3 kg bersubsidi,” jelasnya.

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan gas, Pertamina telah menyediakan berbagai varian produk elpiji bagi yang mampu antara lain Bright Gas 5,5 kg dan LPG 12 kg. Serta 50 kg bagi kebutuhan konsumen hotel dan rumah makan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Barat Asben Hendri/Foto: M. Noli Hendra
Lihat juga...