Demam Olahraga Bulutangkis, Tingkatkan Penjualan Raket dan Kok

LAMPUNG – Tren olahraga bulu tangkis di sejumlah sekolah di Lampung Selatan mulai meningkat sejak satu bulan terakhir seiring dengan pelaksanaan Sea Games di Kualalumpur Malaysia.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Sukri, guru bidang studi pendidikan jasmani dan kesehatan SDN 1 Pasuruan. Ia mengungkapkan pelaksanaan Sea Games terbukti ikut memicu tren kecintaan siswa-siswanya untuk berniat menjadi atlet berprestasi setelah melihat atlet berprestasi Indonesia berlaga dalam olahraga bulutangkis beregu maupun perseorangan.

Demam kecintaan pada olahraga bulutangkis tersebut bahkan dipadukan dengan berprestasinya salah satu siswa bernama Kavinis (10), siswa dari SDN 1 Pasuruan yang menjadi juara dalam kegiatan Olimpiade Olahraga dan Seni Nasional tingkat kecamatan Penengahan. Ia pun ikut pula memotivasi kawan-kawannya meski memiliki keterbatasan fisik. Selain itu, kegiatan Sea Games di Malaysia diakui Sukri disambut positif oleh pihak sekolah dengan mewajibkan para siswa untuk memiliki raket dan kok dalam kegiatan pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan bagi setiap kelas.

“Selain siswa menyukai kegiatan olahraga bulutangkis saat berada di rumah, selaku guru olahraga akhirnya saya memutuskan semua siswa agar memiliki kok dan raket supaya bisa berlatih dengan baik di sekolah dan rumah,” terang Sukri, saat ditemui Cendana News tengah memberikan pelajaran olahraga bulutangkis kepada anak didiknya di SDN 1 Pasuruan Kecamatan Penengahan, Jumat (8/9/2017).

Hingga saat ini dari sebanyak 260 siswa kelas 1 hingga kelas 6, sebagian besar sudah memiliki fasilitas raket dan bahkan kok yang dipergunakan untuk kegiatan pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan di sekolah. Sebagian dipergunakan untuk latihan para siswa di rumah masing-masing saat di luar jam pelajaran sekolah. Ia menyebut antusiasme siswa pada olahraga bulutangkis  bahkan terjadi saat tidak ada pelajaran olahraga dengan kelonggaran para siswa membawa raket dan kok untuk mengisi jam istirahat.

Sukri mengaku menyambut positif tren kecintaan anak didiknya pada olahraga bulu tangkis dengan harapan kelak bisa menjadi atlet berprestasi setelah mengenal olahraga tersebut sejak dini. Ia pun membantu membekali dengan teknik permainan sekaligus fasilitas memadai. Fasilitas lapangan yang cukup luas disediakan di sekolah sebagian menggunakan net permanen dan sebagian dikreasikan para siswa dengan menggunakan tali yang dipergunakan saat jam istirahat.

Panji, salah satu pemilik toko olahraga. [Foto: Henk Widi]
“Saat jam istirahat sembari bermain sebagian siswa menggunakan waktu untuk bermain bulutangkis ini. Menjadi kegiatan positif daripada anak-anak bermain yang lain,” terang Sukri.

Demam olahraga bulutangkis tersebut juga diakui Panji, salah satu pemilik toko olahraga di Desa Pasuruan yang menyediakan berbagai peralatan olahraga berupa bola, net, kok dan raket. Dengan adanya kecintaan anak pada olahraga bulutangkis, permintaan alat olahraga bulutangkis meningkat. Sebulan terakhir ia menyediakan sebanyak 100 raket dan habis terjual dibeli oleh siswa-siswa sekolah SD dari berbagai sekolah.

“Saat stok habis saya mengambil langsung dari Jakarta sebagian dibeli oleh orang tua untuk anaknya baik berupa net, kok dan raket yang dipergunakan di rumah,” terang Panji.

Harga raket senilai Rp40 ribu per buah serta kok senilai Rp5 ribu per buah dan net badminton Rp100 ribu diakuinya cukup laris. Sebagian membeli untuk stok dan juga sebagian mengganti peralatan yang rusak.

“Banyak anak menyukai bulutangkis. Imbasnya mereka bisa bermain cukup di depan halaman dan termasuk olahraga yang aman sehingga orangtua juga mendukung. Syukur bisa jadi atlet berprestasi,” terang Panji.

Siswa berlatih menggunakan raket dan teknik memukul kok dengan bimbingan dari guru pendidikan jasmani dan kesehatan. [Foto: Henk Widi]