PONOROGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo saat ini tengah disibukkan dengan kegiatan droping air. Pasalnya ada sembilan kecamatan yang terdiri dari 16 desa mengalami kekeringan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono, saat ditemui menjelaskan BPBD sudah menyalurkan 1.257.000 liter.
“Kami sudah melakukan droping air sebanyak 77 kali,” jelasnya kepada Cendana News, Rabu (27/9/2017).

Budi sapaan akrabnya menambahkan dalam satu hari tim Pusdalop PB-TRC bahkan harus melakukan droping air di empat desa, seperti di Desa Ngendut, Kecamatan Balon, Desa Tugurejo Kecamatan Slahung, Desa Suren Kecamatan Mlarak, Desa Pandak Kecamatan Balong.
“Kemarin, Selasa (26/9/2017) pukul 05.00 WIB kami droping 3 tangki di 3 desa, siang pukul 12.00 WIB kami droping 3 tangki untuk desa Suren dan sore pukul 17.00 WIB kami droping satu tangki air di desa Pandak,” tandasnya.
Budi menuturkan BPBD sudah melakukan droping air mulai tanggal 19 Juli 2017 hingga saat ini. Padahal menurut data BMKG, Ponorogo sebenarnya belum masuk musim kemarau karena masih ada beberapa titik hujan.
“Namun faktanya di lapangan banyak desa yang mengalami kekeringan,” tukasnya.
Saat ini sembilan kecamatan yang mengalami kekeringan ada Kecamatan Slahung, Balong, Badegan, Sawoo, Mlarak, Jambon, Jenangan, Pulung dan Sampung.
“Kami setiap satu minggu, dua kali mengirim air ke tiga kecamatan, Slahung, Jenangan dan Mlarak,” pungkasnya.
