TMMD ke 100 di Solo Kucurkan Dana Rp1,2 Miliar

SOLO – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 100 Tahun di Kota Solo, Jawa Tengah, hari ini resmi dimulai. Untuk TMMD tahun anggaran 2017, dana yang dikucurkan untuk pembangunan talud dan MCK serta pengembangan non fisik itu mencapai Rp1,2 miliar.

Dandim 0735/Surakarta, Letkol Inf Edwin Apria Candra menjelaskan, TMMD ke 100 di Kota Solo akan berlangsung selama satu bulan, yakni mulai 27 September-26 Oktober 2016. Sasaran dalam TMMD adalah pembuatan talud di Kampung Joyontakan RT 2, RW 1, Kecamatan Serengan. “Untuk panjang talud adalah 332 meter dengan tinggi 4 meter dan tebal 50 cm,” kata Dandim saat pembukaan TMMD ke 100 di Lapangan Joyontakan, Rabu (27/9/2017).

Selain pembangunan talud, TMMD ke 100 di Joyontakan ini juga melakukan relokasi tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) sebanyak 2 unit di RT 2, RW VI, serta pembuatan MCK umum 1 unit di RT 2, RW 1. Selain fisik, TMMD juga menyasar sejumlah pengembangan non fisik yang berupa penyuluhan-penyuluhan.

“Ada 10 penyuluhan yang akan kita lakukan selama sebulan ini. D iantaranya penyuluhan kesadaran berbangsa dan bernegara, kesadaran bela negara dan cinta tanah air, pengetahuan bidang hukum, kantibmas dan narkoba,” paparnya.

Penyuluhan juga dilakukan di bidang kesehatan dan KB, kemampuan masyarakat sebagai komponen cadangan dan komponen pendukung, pertanian, perikanan peternakan, dan lain sebagainya. TMMD ke 100 juga akan menyelenggarakan bazar dan pasar murah serta pemberian bantuan sembako gratis bagi masyarakat miskin.

“Untuk personil yang ikut terlibat dalam TMMD ini sebanyak 150 prajurit TNI, dan ditambah 90 orang dari berbagai ormas dan elemen masyarakat yang ada di Solo,” tandasnya.

Sementara itu, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo yang membacakan amanat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menambahkan, keberadaan TMMD sangat dirasakan masyarakat terkait pembelajaran pentingnya semangat gotong-royong. TMMD juga mendukung perwujudan kesejahteraan rakyat, kemajuan desa dan Indonesia.

“Berkat sentuhan TMMD, telah banyak desa yang tingkat kehidupan rakyatnya menjadi lebih baik. Banyak rakyat desa juga semakin termotivasi dan percaya diri mendayagunakan setiap potensi yang ada di sekitarnya. Mereka makin terpacu berkreasi dan punya prakarsa untuk ikut terlibat dalam geliat memajukan pembangunan,” tekan Wali Kota yang akrab disapa Rudy tersebut.

Melalui TMMD, dapat digunakan untuk mengingatkan dan meningkatkan kewaspadaan akan bahaya komunisme, radikalisme, terorisme. Sebab, bangsa Indonesia yang pernah memiliki sejarah kelam jangan sampai terulang kembali. “Pada prinsipnya, mari kita kuatkan semangat gotong royong, dan sengkuyung ramai-ramai pembangunan yang mensejahterakan masyarakat. Bangun desa dengan tanpa pernah meninggalkan kearifan lokal,” imbuhnya.

Sementara, total anggaran dalam TMMD ke 100 di Solo berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah Rp160 juta, APBD Kota Solo Rp797,5 juta, Swadaya Masyarakat Rp15 juta, serta dukungan dari Mabes TNI Rp231,9 juta, dengan total Rp1.204.500.000.

Dandim 0735Surakarta, Letkol Inf Edwin Apria Candra. Foto: Harun Alrosid
Lihat juga...