BMKG: Hujan Jatim Bukan Pengaruh Gunung Agung

SIDOARJO — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Jawa Timur menyatakan jika terjadinya hujan yang berlangsung pada sejumlah wilayah Jatim dalam beberapa hari terakhir bukan pengaruh dari aktivitas vulkanik dari Gunung Agung, Bali.

Prakirawan BMKG Juanda Teguh Tri Susanto, Rabu mengatakan fenomena hujan yang terjadi pada sejumlah wilayah di Jawa Timur ini merupakan fenomena lokal biasa.

“Hal ini disebabkan adanya gangguan arah angin yang seharusnya dari arah Tenggara beralih dari arah Timur, sehingga berpotensi terjadinya hujan yang bersifat lokal dan sporadis,” katanya di Sidoarjo.

Ia mengemukakan hujan yang terjadi itu juga sifatnya hanya sementara selama beberapa hari ini saja dan tidak akan berlangsung lama.

“Lokasi terjadinya juga bersifat lokal dengan durasi hujan yang hanya berlangsung sebentar saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan saat ini kondisi cuaca di Jawa Timur dalam proses transisi dari musim kemarau mulai memasuki ke musim hujan.

“Kalau musim hujannya sendiri diprediksikan akan terjadi pada pertengahan bulan Oktober mendatang,” katanya.

Ia mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan monitoring perkembangan sebaran debu vulkanik menyusul adanya aktivitas vulkanik Gunung Agung, Bali.

“Sampai dengan saat ini belum terpantau sebaran debu vulkanik, terutama yang berada di sekitar Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Kami akan terus memonitor dan melaporkan kalau memang ada semburan debu vulkanik tersebut. Namun, sampai dengan saat ini kondisinya masih normal,” katanya (Ant).

 

Lihat juga...