Berjuang di Babak Play Off, PSIM Butuh Tambah Pemain?
YOGYAKARTA — PSIM Yogyakarta sementara aman dari jurang degradasi ke Liga 3. Klub kebangaan warga Yogyakarta memastikan diri lolos ke babak play off Liga 2 Indonesia setelah dalam laga terakhir bermain imbang melawan Persepam.
Di klasemen akhir Grup 5 Liga 2 Indonesia, tim yang bermarkas di Stadion Mandalakrida Yogyakarta ini menduduki posisi ketiga dengan mendulang 21 poin. Dalam 14 laga di Grup 5, PSIM Yogyakarta mendulang enam kemenangan, tiga kali seri dan lima kali menelan kekalahan.
Di Grup 5 ini, dua tim yang memastikan melenggang ke babak 16 besar Liga 2. Kedua tim tersebut adalah Persebaya Surabaya yang mengumpulkan 29 poin, lalu posisi runner up ditempati Martapura FC dengan 28 poin. PSIM Yogyakarta yang di akhir klasemen menduduki posisi ketiga harus menjalani play off, apakah tetap bertahan di Liga 2 atau degradasi.
Manager Agung Damar Kusumandaru mengaku bersyukur PSIM lolos ke babak play off. Jika lolos di babak play off, dipastikan masih bertahan di Liga 2. Namun jika kalah, terpaksa harus menemui nasib serupa seperti yang dialami Persiba, terdegradasi ke Liga 3.
Agung menegaskan, bakal melakukan evaluasi demi perbaikan guna menyongsong babak play off Liga 2. Managemen berupaya sekuat tenaga agar tim kebanggaan warga Kota Yogyakarta ini tetap bertahan di kasta kedua persepakbolaan Tanah Air. “Pastinya ada evaluasi dari manajemen dan tim pelatih untuk menghadapi babak play off,” kata Agung, Senin (18/9/2019).
Menurut Agung, evaluasi akan dilakukan setelah managemen menggelar rapat yang rencananya digelar pada Rabu (20/9/2017) besok. Salah satu yang dibahas, kemungkinan akan menambah pemain. “Karena PSIM saat ini masih memiliki slot kosong empat pemain,” ujarnya.
Keputusan menambah pemain atau tidak, akan dibahas bersama pelatih. Alasannya, pelatih yang dianggap mampu melihat kebutuhan tim. “Materi pemain yang lebih paham pelatih. Apakah cukup dengan meteri seperti sekarang ini atau menambah kekuatan,” paparnya.
Pria yang juga Anggota DPRD Kota Yogyakarta ini menegaskan, selama babak play off berlangsung, pihak managemen tidak akan melepas pemain satu pun. “Sebelum babak plaay off berakhir, tidak ada satu pun pemain yang dilepas. Mereka masih dibutuhkan oleh tim agar target bertahan di Liga 2 tercapai,” ujar Agung.
Dia mengakui, keberadaan skuat PSIM Yogyakarta selama gelaran Liga 2 sudah mumpuni. Mereka mampu menunjukkan semangat juang yang tinggi, meski belum mampu melenggang langsung ke babak 16 besar Liga 2. “Mereka layak dipertahankan. Selama putaran kedua, mereka tampil menyakinkan,” tegasnya.
Diketahui, PSIM lolos dari lubang jarum setelah laga pamungkas Grup 5 Liga 2 Indonesia mampu menahan tuan rumah Persepam MU dengan skor 1-1. Atas hasil tersebut, PSIM dan Persepam berhak lolos ke babak play off untuk bertarung bersama 14 klub lainnya.
Format play off sendiri masih masih akan dibahas oleh perwakilan masing-masing klub dalam manager meeting yang dijadwalkan berlangsung siang ini di Jakarta. Berdasar informasi awal, akan diambil lima klub terbaik play off untuk bertahan di Liga 2. Sedangkan klub selebihnya bakal terdegradasi ke Liga 3.